Tanya Dokter

  • Apakah saya terinfeksi hiv?

  • Begini dok, ini untuk pertama dan terakhir x nya saya melakukannya pada tanggal 29 mei 2015 saya melakukan faktor resiko melakukan sex dgn psk, psk bilang dia sudah punya anak, ada tato di belakang punggungnya dan dia juga bilang bahwa dia sehat. Saya ada penyakit tonsilitis yang mau saya tanya kan apakah saya terinfeksi hiv? Apa yang harus saya lakukan selama 3 bulan menunggu waktu tes hiv? Saya takut banget jadi kepikiran terus dok

    John The Gunners fans club  dr. Rico N
    Dokter

    Hai, Setiap orang yang melakukan perbuatan beresiko (hubungan seksual dengan yang bukan pasangannya tanpa pengaman, penggunaan jarum suntik bergantian, dsb) memiliki teriko tertular oleh virus HIV sehingga disarankan untuk melakukan VCT / konseling HIV. Umumnya dilakukan 2 kali, pada saat setelah melakukan perbuatan beresiko dan 3 bulan setelahnya untuk memastikan virus yang mungkin masih tidak terdeteksi pada pemeriksaan pertama karena masih dalam periode jendela. Selama menunggu 3 bulan tersebut, hindarilah melakukan hubungan intim / pastikan anda mengenakan kondom jika berhubungan intim. A : abstinence / tidak melakukan hubungan seksual selain dengan pasangan B : be faithful / setia pada pasangan C : condom / gunakan kondom D : don't use drugs / jangan gunakan narkoba terutama memakai jarum suntik bergantian Lakukan gaya hidup sehat, olahraga urin, makan-makanan bergizi, berfikir positif dan jangan lupa berdoa. berikut beberapa informasi yang mungkin membantu \HIV memeriksakan diri untuk deteksi HIV demikian yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat

    Selama menunggu 3 bulan ini apa kah boleh minum obat dokter? Obat apa yang di minum? Apakah perlu dioperasi untuk tonsilitis saya ini??

    John The Gunners fans club  dr. Rico N
    Dokter

    Obat apa yang dimaksud? jika yang dimaksud adalah obat anti virus HIV (anti retroviral) maka hanya boleh diminum jika memang sudah terbukti +. Tetapi jika yang anda maksudkan dengan obat adalah seperti suplemen / vitamin untuk menambah daya tahan tubuh, maka itu tidak masalah. Untuk operasi tonsilitis kronik, maka jawabannya bisa ya ataupun tidak, harus kita lihat terlebih dahulu apakah ada indikasi untuk operasi, misalnya, : - ukuran tonsil sudah sedemikian besar hingga hampir/menutupi jalan makan - terlalu sering kambuh, 6-8x setahun - terdapat gangguan makan, meski tidak sedang kambuh - tidur ngorok / gangguan tidur - gangguan perkembangan rahang dan mulut - gangguan konsentrasi dan daya ingat - komplikasi jantung / paru / ginjal atau terjadi abses (pernanahan) - pembesaran tonsil hanya sesisi (perlu dibiopsi) untuk itu, sebaiknya anda berkonsultasi dengan dokter THT untuk melihat ada / tidaknya indikasi. Jika ada, maka diperlukan operasi, jika tidak maka operasi belum diperlukan. Demikian, semoga bermanfaat

    Vitamin seperti apa itu yg boleh diminun dok?? Apakah boleh minun obat tarivid ofloxacin 400mg selama menunggu 3 bulan ini dok??

    John The Gunners fans club  dr. Rico N
    Dokter

    Jika anda ingin mengkonsumsi multivitamin biasa yang tersedia di pasaran maka boleh-boleh saja. Tarivid ofloxacin adalah suatu antibiotika golongan kuinolon, berguna untuk membunuh bakteri, bukan virus. Sehingga tidak memiliki fungsi terhadap virus HIV. Sebaiknya anda tidak mengkonsumsi antibiotika sembarangan tanpa indikasi / resep dokter karena konsumsi antibiotika sembarangan dapat memacu rsistensi. Demikian juga, pada tonsilitis kronik, yang memerlukan terapi antibiotika adalah  yang sedang kambuh/eksaserbasi akut, jika tidak maka tidak memerlukan antibiotika. demkian, semoga bermanfaaat.

    Pertanyaan lagi dok.saya tidak tahu multivitamin nya, multivitaminnya itu contohnya apa dok?

    Saya takut sekali dok merasa semuanya sudah sia", saya tidak mau lagi mengulangi dok. Sebelumnya saya ada tes hiv 2 minggu setelah melakukan faktor resiko, gejala nya itu muncul disaat kapan dan gejalanya seperti apa dok? Mohon di jawab dokter

    John The Gunners fans club  dr. Rico N
    Dokter

    Pembahasan yang cukup lengkap dan jelas mengenai gejalanya dapat anda baca disini