Tanya Dokter

  • Keputihan berwarna abu-abu dan berbau busuk

  •  Chriestine
    Anggota

    Selamat sore dok.. Saya unur 23tahun , pernikahan baru dapat 1 tahun.. belum punya momongan.. awal berhubungan tidak sakit.. cuma selang 4bulan keputihan banyak , berbau dan berwarna abu2 gelap.. Dokter mendiagnosa saya terkena infeksi kelamin yg pada akhirnya harus di laser.. awalnya saya menyakan hal lain apakah ada penyakit lain selain infeksi pd kelamin? Trnyata katanya rahim dan lainnya sdh tdk ada penyakit dan sehat2 saja. Tapi selang 5bulan setelah laser, keputihan yg berbau busuk dan berwarna abu2 muncul lagi disertai rasa gatal . Saya pikir hanya efek dr menstruasi.. Tp setelah beberapa kali hubungan intim akhir2 ini sakit dokter.. seperti kayak perawan lagi.. tiba2 keluar darah.. sebelum dan sesudah berhubungan intim.. rasanya sakit sekali. Selain sakit keluar darah juga.. Apa saya kena kanker serviks dok? Tp menurut dokter yg menangani saya, saya tidak ada serviks.. tp sy sudah jelaskan bahwa selama hubungan seperti rasa ada benjolan yg menyebabkan rasa sakit... Sampai di papsmearpun katanya tdk ada serviks.. Menurut dokter saya harus gimana? Saya harus priksa ke dokter spesialis kelamin atau kandungan? Krn dua2nya sdh prnh saya datangi dok.. Mohon bantu jawabannya ya :'( Makasih dok

    Halo, Kanker serviks adalah kanker atau pertumbuhan abnormal pada sel leher rahim. Menurut penelitian, kanker serviks terutama disbebabkan karena virus HPV yang ditularkan melalui hubungan seksual. Kanker ini terutama terjadi pada wanita usia 30-45 tahun yang sudah aktif secara seksual, dan sangat jarang mengenai wanita di bawah usia 25 tahun. Untuk mendiagnosa kanker serviks biasanya dokter melakukan screening test yaitu tindakan pap smear terhadap wanita yang dicurigai atau beresiko tinggi terkena kanker. Tindakan ini dilakukan untuk menilai kesehatan sel rahim dan mendeteksi sel abnomal pada rahim. Bila ditemukan suatu sel abnormal belum tentu menunjukan adanya kanker tetapi hanya menenjukan keadaan sel tersebut. Gejala perdarahan setelah melakukan hubungan seksual merupakan salah satu gejala kanker serviks. Bila sudah dilakukan pemeriksaan dan hasilnya negatif, ada kemungkinan terjadinya suatu infeksi ulang. Perdarahan sering terjadi pada infeksi kuman klamidia. Pertimbangkan pemeriksaan kultur cairan keputihan untuk mengetahui bakteri apa yang menjadi penyebabnya. Pastikan pasangan Anda juga menjalani terapi untuk menghindari adanya infeksi silang. Bila kecurigaan masih kepada kanker, bisa dikonfirmasi dengan pemeriksaan tes HPV, tindakan kolposkopi untuk melihat kelainan pada rahim, dan tindakan biopsi untuk memeriksa sel rahim yang dikerjakan oleh dokter kebidanan dan kandungan. Bila Anda masih ragu, mencari pendapat kedua melalui dokter atau laboratorium lain bisa menjadi pertimbangan. Semoga membantu, terimakasih