Tanya Dokter

  • apa bisa cepat hamil lagi setelah KB IUD selama 5 tahun?

  •  Retha Verra
    Anggota

    Dok , Saya sudah ber KB IUD selama 5 tahun ini , dan sekarang ingin di lepas krna saya ingin punya anak ke 2 .. Yang saya mau tanyakan apakah saya bisa cepat hamil lagi setalah saya lepas kb saya ? Krna saya udah kosong hampir 10 tahun dr kelahiran anak pertama . Makasih dok , di tunggu jawaban nya .

    Hello, IUD (Intra Uterine Device) adalah salah satu bentuk kontrasepsi yang reversible (dapat dikembalikan fungsinya) dan bertahan dalam jangka waktu panjang. Kemungkinan seseorang yang dilepaskan IUD-nya memiliki kesempatan yang cukup baik untuk dapat memiliki keturunan kembali, walaupun sampai saat ini belum ada penelitian yang membahas tentang berapa persentasenya secara tepat. Kadar hormon dan fungsi kandungan Anda akan kembali secara normal dalam waktu yang tidak lama setelah dilakukan pelepasan IUD. Semoga dapat berguna. Salam, dr Henry Andrean

    Retha Verra  Retha Verra
    Anggota

    Satu lagi pertanyaan saya Dok .. Tiap saya datang bulan selalu sedikit dan gaa pernah lama Dok waktu nya , dan sekarang sudah hampir satu bulan lebih saya belum dateng bulan juga . Apakah ini ada pengaruhnya sama KB IUD yang saya pakai ? Atou emang saya telat ² biasa trus nanti mens dengan sendirinya ? Terimakasih Dokter atas Perhatian nya .

    Hello Verra, IUD pada dasarnya ada 2 jenis yaitu yang tembaga dan yang mengandung hormone. Jenis mana yang Anda gunakan saat ini? Karena kedua jenis tersebut memiliki potensi efek samping yang berbeda-beda. Untuk mengetahui jenisnya bisa Anda tanyakan kepada dokter yang memasangkannya. Untuk IUD jenis tembaga, memiliki kemungkinan efek samping terhadap siklus menstruasi berupa :

    1. Perdarahan pada saat menstruasi yang cukup banyak pada bulan-bulan pertama pemasangan
    2. Bisa juga terjadi perdarahan yang sedikit-sedikit diantara siklus menstruasi (atau yang sering disebut sebagai spotting)
    3. Jarak antara siklus menstruasinya bisa menjadi tidak teratur
    4. Nyeri perut
    Untuk IUD yang mengandung hormone, memiliki potensi efek samping yang hampir sama dengan yang jenis tembaga namun lebih ringan, seperti :
    1. Siklus menjadi tidak teratur, bahkan menjadi jarang menstruasi
    2. Di antara siklus menstruasi bisa terjadi spotting
    Untuk efek samping lain yang tidak berhubungan dengan menstruasi pada umumnya hamper sama, yaitu :
    1. Sakit kepala
    2. Nyeri pada payudara
    3. Letaknya bisa bergeser atau terlepas
    4. Depresi
    Walaupun berkurangnya volume dan frekuensi menstruasi dapat disebabkan karena IUD yang dipasang, namun bisa juga disebabkan karena kondisi-kondisi sebagai berikut :
    1. Hamil
    2. Menyusui
    3. Gangguan pola makan seperti anoreksia nervosa
    4. Gangguan pada Rahim atau ovarium seperti polip
    5. Gangguan otak
    6. Gangguan metabolic seperti penyakit tiroid
    7. Stres
    Oleh karena itu ada baiknya jika Anda memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan penyebab dari berkurangnya volume dan frekuensi menstruasi bukan berasal dari penyakit atau kondisi yang disebutkan diatas. Berikut adalah laman yang membahas tentang efek samping dari IUD: http://www.babycenter.com/0_intrauterine-device-iud_3564.bc?page=3#articlesection12 Dan juga laman yang membahas tentang kemungkinan-kemungkinan yang menyebabkan gangguan menstruasi : http://www.alodokter.com/mewaspadai-menstruasi-yang-tidak-normal Semoga dapat membantu. Salam, dr Henry Andrean

    Retha Verra  Retha Verra
    Anggota

    Malem dok . Gini lho , saya mau tanya kalo berat badan saya ini 68 kg dan tinggi saya 163cm .. Menurut dokter apa saya saya bisa hamil ? Krna banyak orang bilang kalo badan terlalu gemuk bisa menghambat proses untuk punya anak . Ditunggu balasan nya Dok . Makasih ..

    Hello Verra, Kemungkinan untuk hamil pada wanita yang mengalami obesitas (Index Massa Tubuh / IMT > 30) untuk memiliki keturunan agak menurun karena risiko untuk mengalami ketidakteraturan ovulasi lebih besar daripada wanita yang tidak obesitas. Namun IMT Anda adalah 25,6 sehingga belum dikategorikan sebagai obesitas. Berikut adalah laman yang dapat membantu Anda dalam menghitung IMT : http://www.cdc.gov/healthyweight/assessing/bmi/adult_bmi/metric_bmi_calculator/bmi_calculator.html Selain kemungkinan memiliki keturunan yang menurun, risiko untuk mendapatkan komplikasi kehamilan dan persalinan pada wanita yang mengalami obesitas pun lebih besar dari wanita yang tidak memiliki obesitas. Berikut adalah laman yang membahas informasi lebih detail tentang obesitas pada kehamilan : http://www.mayoclinic.org/healthy-living/pregnancy-week-by-week/in-depth/pregnancy-and-obesity/art-20044409 Cara penanggulangannnya selain berusaha untuk menurunkan berat badan Anda, usaha lain kurang lebih sama dengan wanita yang tidak memiliki obesitas. Tips yang dapat Anda coba untuk meningkatkan kemungkinan untuk memiliki keturunan, dapat Anda akses laman berikut : http://www.alodokter.com/merencanakan-kehamilan Untuk selanjutnya, topic yang berbeda bisa Anda mulai di judul yang baru pula. Semoga dapat membantu. Salam, dr Henry Andrean