Tanya Dokter

  • Hubungan mata malas dengan silindris

  •  zulhelmi
    Anggota

    sSelamat siang dok,

    Dok saya mau bertanya tentang mata malas, pemeriksaan mata saya di 2 bulan lalu silindris nya 1,75 kiri dan 0,5 kanan, menurut artikel yang saya baca untuk ukuran seperti itu berarti bertambah 0,25 lagi maka sudah di anggap mata malas, tapi kata dokter bahwa mata saya itu normal bukan mata malas dan tidak ada gejala mata malas di mata saya...

    Apa benar begitu dok ? apakah ukuran silindris yang selisih 1,5 tidak serta merta di anggap mata malas ?

    Saya mengalami silindris di usia 18 tahun  ( kanan 0,25 kiri 0,25 ) dan dalam setahun terjadi peningkatan yang cukup signifikan, tapi sampai usia saya sekarang yang 22 tahun tidak lagi terjadi peningkatan yang cukup drastis..

    Mohon penjelasannya dok..

    Terima kasih...

     

    Hai,

    Mata malas atau amblyopia dapat diartikan sebagai gangguan tajam penglihatan yang tak terkoreksikan. Hal ini disebabkan oleh hilangnya fungsi sel-sel kerucut pada retina. Retina / saraf tangkap bola mata merupakan tempat dipaparkannya bayangan dari cahaya yang masuk ke dalam bola mata. Retina mengandung banyak sel-sel kerucut dan sel-sel batang. Sel-sel kerucut berperan utama untuk menentukan tajam penglihatan.

    Amblyopia berkaitan erat dengan strabismus / mata juling, yang biasanya dialami pada masa kanak. Juling mengakibatkan bayangan obyek yang terlihat menjadi ganda; otak secara kompensatif "mematikan" sinyal dari salah satu mata supaya bayangan obyek kembali menjadi satu. Saraf mata yang dimatikan ini lambat laun akan kehilangan fungsinya dan disebut sebagai mata malas.

    Perbedaan tajam penglihatan dua mata yang berbeda jauh juga bisa mengakibatkan mata malas karena alasan yang sama. Pada kasus Anda, peningkatan nilai silinder yang Anda maksud tampaknya belum tergolong dalam kriteria mata malas. Untuk memastikan diagnosis Anda, diperlukan pemeriksaan langsung oleh Dokter / Spesialis Mata (Sp. M). Melalui wawancara klinis dan pemeriksaan fisik langsung (terutama pemeriksaan tajam penglihatan dan pemeriksaan mata), barulah diagnosis yang meyakinkan bisa dibuat dan penanganan yang tepat bisa diberikan.

    Sekian, semoga bermanfaat.

    dr. Radius Kusuma