Tanya Dokter

  • Apakah tidak apa menggunakan lensa minus yang lebih tinggi?

  •  Sil
    Anggota
    Selamat siang, dok. Saya mau tanya tentang mata saya. 2 hari yang lalu saya baru ganti lensa kaca mata. Dari hasil pemeriksaan di optik, minus dan cylinder mata saya brtambah. Yg awalnya mata kiri -0,5 cyl -0,25 dan mata kanan -0,5. Sekarang mnjadi mata kiri -0,75 cyl -0,75. Tetapi saat pengukuran lensa, saya merasa lensa -1 cyl 0,75(mata kiri) dan lensa -1 (mata kanan),lebih terbaca hurufnya dibandingkan dgn ukuran -0,75. Jadi, saya memutuskan untuk memilih mnggunakan lens -1. Tapi setelah saya mnggunakan kacamata yg baru. Saya merasa agak pusing. Apakah itu wajar dok? Apakah tidak apa2 mnggunakan lensa kacamata yg lebih tinggi ukurannya? Terima kasih

    Salam,

    Dari info yang Anda sampaikan, pada saat pemeriksaan tajam penglihatan mata, poin penting yang harus diambil adalah melihat dengan nyaman dan tajam penglihatan lebih baik. Pada saat nilai lensa terlalu tinggi dari seharusnya karena kita merasa lebih terang, maka hal ini dapat menyebabkan keluhan sakit kepala dan gangguan keseimbangan. Dan hal ini akan menyebabkan mata kita mudah lelah dan tegang.

    Oleh karena itu, sebaiknya Anda mengevaluasi ulang lensa Anda dengan pemeriksaan tajam penglihatan. Lihatlah huruf pada tes mata dengan nyaman dan tidak memaksa mata Anda. Selanjtnya, bila tes sudah selelsai, gunakanlah lensa hasil tes selama 3-5 menit dengan berjalan, melihat ke kanan, atau ke kiri. Bila selama pemakaiannya tetap nyaman, huruf terlihat, dan tidak menyebabkan sakit kepala, maka Anda dapat memilih nilai koreksi lensa tersebut.

    Bila lensa yang baru mengganggu kenyamanan Anda, sementara ini gunakanlah lensa yang lama sampai Anda berkonsultasi ke dokter mata.

    Kunjungi dokter mata Anda untuk pemeriksaan dan evaluasi mata Anda. Dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan berkaitan dengan fungsi mata Anda. Penyesuaian nilai lensa akan diberikan sesuai hasil pemeriksaan dokter.

    Demikian info yang bisa kami sampaikan, baca juga rabun-jauh.

    dr. Ulfi