Tanya Dokter

  • Penanganan keracunan makanan

  • saya makan nasi padang dalam kondisi yg tidak fit karena kecapekan pada jam 7 malam, kemudian ketika saya mau tidur pada jam 11 malam saya mengalami demam tinggi yg saya kira hanya masuk angin biasa, tapi kemudian karena saya mual saya muntah... setelah saya beri oralit, muntah saya lebih banyak lg, dan sampai sekarang perut saya masih agak sakit dan berbunyi terkadang... demam saya sudah mereda, tetapi saya khawatir kalau ini adalah penyakit berbahaya

    Halo Andre, Terima kasih atas pertanyaannya. Demam merupakan kondisi suhu tubuh di atas 37.5 derajat Celsius, p<span style="color: #000000; font-family: museosans300, sans-serif;">emeriksaan suhu tubuh yang paling tepat adalah menggunakan termometer. Jangan mengandalkan rabaan tangan untuk memastikan demam atau tidak. Penyebab demam yang disertai mual muntah, perut terasa sakit, dapat disebabkan oleh berbagai hal, salah satunya adalah keracunan makanan. Ya, urutan gejala keracunan makanan dapat berbeda-beda, hal ini tergantung kepada seberapa besar efek toksin dari mikroorganisme yang mengontaminasi makanan, berapa banyak makanan yang terkontaminasi dimakan, serta tergantung pada daya tahan tubuh seseorang.</span> Selain karena keracunan makanan, keluhan yang Kamu alami dapat juga disebabkan penyakit lain misalnya demam berdarahtifus, dan lainnya. Oleh karena itu sebaiknya periksakan lah diri ke Dokter terdekat untuk menelusuri penyebab keluhan sehingga dapat diberi penanganan yang sesuai. Hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi keluhan:

    • Cukupi kebutuhan cairan agar terhindar dari dehidrasi
    • Konsumsi makanan sehat dengan porsi kecil tetapi sering
    • Hindari makanan terlalu pedas, tinggi lemak, mengandung tomat
    • Hindari kafein (kopi, teh, coklat, minuman soda)
    • Kelola stres psikis
    • Istirahat yang cukup, hindari begadang
    • Sering mencuci tangan dengan sabun
    • HIndari konsumsi makanan yang belum matang sempurna
    • Bila perlu konsumsi obat pereda panas seperti paracetamol
    Sekian semoga lekas membaik, dr.Annes