Tanya Dokter

  • Apakah radang usus buntu yang telah dioperasi bisa kambuh kembali?

  • Siang Dok ... Dok dl saya pernah operasi apendisitis pada tahun 2012 bln oktober. tapi sampai saat ini kenapa ya dok masih terasa nyeri perutnya dan semenjak habis melalukan operasi tersebut saya sering masuk rumah sakit karena daya tahan tubuh yang lemah dan berdampak rentan terhadap penyakit lain. sebelum melakukan operasi saya juga memiliki riwayat asma, tipes, dan gastritis dok. setelah operasi saya malah sering sakit. saya pernah terkena pneumonia dan sering rentan terkena infeksi dok maaf sblmnya dok saya sering buang air besar berdarah dan kencing berdarah . saya juga memiliki endometriosis diperut bagian kanan dok. apabila saya terlalu lelah atau mengangkat beban yang berat perut saya sering kambuh dok. yang ingin saya tanyakan kenapa ya dok perut saya yang bagian kanan itu masih sering kambuh padahal kan saya sudah lama melakukan operasi. apakah karena dampak dari endometriosis atau yg lainny dok. dan apakah apendisitis itu bisa kambuh lagi dok. karena saya sering merasa terganggu apalagi ini kan saya masih kuliah jadi mohon penjelasannya ya dok dan bagaimana cara mengatasinya. makasih dok..

    Hai, Apendisitis yang telah dioperasi (dalam arti usus buntu telah dibuang) tidak bisa kambuh lagi, oleh karena tak ada lagi organ apendiks (usus buntu) di dalam perut. Nyeri perut kanan bawah bisa disebabkan oleh berbagai hal, antara lain:

    BAB berdarah biasanya disebabkan oleh wasir, namun bisa juga menandakan adanya luka di dalam usus Anda. Luka ini mungkin menandakan penyakit radang usus atau infeksi. Kencing berdarah tak boleh dianggap remeh, karena biasanya disebabkan oleh kanker kandung kemih. Namun, perlu dipastikan terlebih dahulu apakah warna air seni tersebut menjadi merah karena darah, atau karena makanan yang kita santap. Beberapa makanan seperti bit merah, buah naga merah, atau obat-obatan (terutama obat TBC) bisa menyebabkan BAK berwarna merah. Selain kanker, kencing kemerahan akibat darah mungkin disebabkan oleh batu ginjal atau infeksi saluran kemih. Anda sebaiknya memeriksakan diri ke Dokter Anda untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Anda mungkin akan dirujuk dari satu Dokter ke Dokter lain karena banyaknya masalah yang Anda alami (mis. dari Dokter Kebidanan [Sp. OG] ke Dokter Penyakit Dalam [Sp. PD]) mulai dari masalah organ kandungan, usus hingga saluran kemih. Setelah penyebabnya jelas, barulah penanganan yang tepat bisa diberikan. Berikut tips untuk Anda:
    • Periksa kesehatan Anda secara rutin, kontrol penyakit asma Anda
    • Jangan menunda memeriksakan diri ke Dokter, perdarahan terus menerus bisa mengakibatkan anemia yang mempersulit kondisi Anda
    • Istirahat cukup setiap hari
    • Hindari paparan asap rokok
    Sekian, semoga bermanfaat. dr. Radius Kusuma  

    Terimakasih dok atas penjelasannya. Dok maaf saya mau brtnya lgi, kalo tipes itu bisa menyebabkan sembelit atau diare ya dok?

    Hai, Tifus merupakan penyakit akibat bakteri jenis Salmonella. Bakteri ini didapat melalui konsumsi makanan/minuman yang tercemar kuman ini (biasanya dari tinja). Penderita tipes umumnya mengalami gejala berikut:

    • Demam berkepanjangan (lebih dari 5 - 7 hari)
    • Lemas
    • Nyeri otot/sendi
    • Nyeri perut
    • Perubahan pola BAB, pada anak-anak biasanya berupa diare, pada orang dewasa biasanya berupa sembelit
    Untuk memastikan apakah seseorang sakit tifus, diperlukan pemeriksaan oleh Dokter. Dokter akan meminta pemeriksaan darah untuk mencari ada/tidaknya kuman tifus dalam tubuh. Apabila terdeteksi, Dokter akan memberikan antibiotik yang perlu diminum sampai tuntas. Sekian, semoga bermanfaat. dr. Radius Kusuma