Tanya Dokter

  • Asam urat setelah operasi bypass jantung

  •  Miki GP
    Anggota

    Selamat pagi Dokter,

     

    Saya 9 minggu lalu menjalani operasi bypass jantung dengan mengambil pembuluh darah di kaki kanan, dan selama ini mengkonsumsi obat sbb dalam proses recovery :

    1) Palvix 75mg (Blood thinner)

    2) Concor 2.5 mg (Beta blocer)

    3) Crestor 20mg (Cholesterol)

    4) Vastarel MR  (Darah tinggi)

    Akhir-akhir ini ibu jari kaki kanan bengkak, dan setelah kami periksa darah/urine hasilnya sbb :

    - Asam Urat sedikit diatas border line (7.2)

    - Glukosa Puasa juga sedikit diatas border line (113)

    - Glukosa 2 jam PP lumayan tinggi (197)

    - Lemak : OK

    Dokter Spd memberikan obat banyak sekali yang tampaknya ada yang mirip-mirip sehingga sementara saya belum ambil :

    1) Prednison (anti inflamsi))

    2) Meloxicam (anti inflamasi)

    3) Colchicine (mengurangi daya kristal natrium urat)

    4) Allopurinol (mengurangi produksi asam urat)

    5) Probenesid (<span style="font-size: 12.0pt; line-height: 107%; font-family: 'Gotham Book'; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA;">meningkatkan ekskresi asam urat melalui urin)</span>

    6) Lansopratole (gangguan sistem pencernaan)

     

    Karena asam urat saya tidak tinggi parah-parah banget, mungkin mohon saran dokter apakah dari resep yang diberikan Dokter Spd tsb cukup dibeli satu obat anti inflamasi/radang (prednison) dan satu obat untuk mengurangi produksi asam urat (alluprionol) saja mengingat obat yang saya konsumsi dalam proses recovery sudah cukup banayk,

     

    Terima kasih

    Miki

     

    Terima kasih

     

    Dear Miki, Anjuran saya tetaplah konsumsi semua obat yang diberikan dokter karena tentu dokter memberikan terapi dengan pertimbangan tertentu. Jika Anda masih tidak puas dengan terapi dokter yang bersangkutan, Anda dapat meminta pendapat kedua dari dokter yang berbeda. Namun perlu diingat, jangan mengurangi atau menambah dosis dan macam obat tanpa rekomendasi dokter atau tanpa resep. Artikel asam urat dapat Anda baca. Semoga bermanfaat. Salam, dr. Rony Wijaya