Tanya Dokter

  • asam urat dan tiroid

  •  mahsaalmira
    Anggota

    Dokter, saya laki2 berusia 24 tahun. 3 bulan lalu setelah bangun tidur persendian saya lemas sampai benar2 tidak bisa bergerak sama sekali. Setelah diperiksa ke dokter asam uratnya mencapai 16. Apa itu mungkin? Setelah merasa baikan ada 3x dalam 2 bulan ini setelah bangun tidur saya tidak bisa bergerak samasekali. Seminggu lalu saya cek darah dan hasilnya asam urat, kolestrol, dan gulanya normal. Tapi setelah bangun tidur saya sering merasakan hal yang sama. Akhirnya kemarin saya ke dokter dan di beritahu kalau saya terkena tiroid. dari benjolan yang terlihat ketika saya menelan. Jadi yang saya pertanyakan mengapa terkadang saya tidak bisa menggerakan sendi2 ketika bangun tidur?

    mahsaalmira  dr. Rico N
    Dokter

    Hai Mahsaalmira, Kesulitan bergerak saat bangun tidur dapat disebabkan oleh beberapa penyebab, antara lain : sleep paralysis, periodic paralysis,hipokalemia (kadar kalium darah kurang dari normal), radang pada sendi (misal : gout arthritis, rheumatoid arthritis, osteoarthritis, dll), sindroma Guillain Barre, dan lain-lain. Umumnya kondisi-kondisi ini memerlukan pemeriksaan dan penanganan di rumah sakit. (baca diskusi mengenai sleep paralysis) Hiperurisemia merupakan peningkatan kadar asam urat di atas nilai normal. Nilai normal asam urat pada perempuan adalah 2,7 - 5,7, sementara pada laki-laki adalah 3,7 - 7. Bila melebihi nilai tersebut (misal kadar asam urat = 16) maka akan terjadi pengkristalan asam urat dalam sendi yang disebut sebagai gout-arthritis atau pirai. Berikut adalah artikel lengkap mengenai gout. Periodic paralysis merupakan penyakit pada otot rangka yang disebabkan oleh kelainan membran otot, yang ditandai dengan suatu episode kelemahan otot rangka pada interval yang tidak teratur. Berdasarkan penyebabnya, penyakit ini dapat dibedakan menjadi :

    • primer : diturunkan secara autosomal dominan
    • sekunder : akibat penyakit tiroid (disebut tirotoksik periodik paralisis)
    Tirotoksik periodik paralisis (TPP) ditegakkan bila ditemukan kelemahan otot rangka yang disertai dengan penurunan kadar kalium dan peningkatan hormon tiroid. Serangan terutama terjadi setelah tidur/ istirahat dan jarang timbul saat aktivitas. TPP dicetuskan oleh aktivitas tinggi (sebelum tidur/ istirahat), makanan tinggi karbohidrat, makanan manis, dan alkohol. Sangat disarankan agar Anda memeriksakan diri ke dokter spesialis penyakit dalam sehingga dapat dilakukan wawancara mengenai riwayat penyakit; pemeriksaan fisik; dan bila perlu pemeriksaan penunjang, seperti pemeriksaan darah lengkat, elektrolit darah (terutama kalium), kadar hormon toroid, EKG, EMG, dll; sehingga penyebab keluhan Anda dapat ditegakkan dan diobati sesuai tepat. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah periodik paralisis antara lain :
    • makan teratur dalam jumlah cukup, hindari konsumsi karbohidrat berlebih
    • hindari alkohol
    • hindari latihan/ aktivitas yang terlalu berat
    • istirahat cukup
    Demikian yang dapat saya jawab, semoga membantu dr. Rico Novyanto