Tanya Dokter

  • Mengatasi ASIP yang mencair

  • dok malam.stok ASIP saya di frezeer sebagian ada yang mencair tp tidak mencair sepenuhnya karena listrik dirumah saya mati. bagaimana solusinya apakah dibuang atau boleh dibiarkan di frezeer supaya beku lagi?

    Halo. Banyak ibu ibu yang bekerja membuat ASI perah menjadi salah satu solusi. Penyimpanan ASI perah sebaiknya disesuaikan dengan penggunaannya. ASI yang akan digunakan beberapa hari kemudian, lebih baik dimasukkan ke dalam bagian lemari pendingin yang tidak akan membuat beku. ASI perah dapat disimpan mulai dari beberapa jam hingga beberapa bulan, tergantung dari suhu penempatannya. Berikut prinsip penyimpanan ASI yang harus diketahui :

     

    • ASI perah tahan hingga 6 jam jika ditaruh pada suhu ruangan sekitar 25 derajat celcius.
    • ASI perah tahan hingga 24 jam, saat disimpan dalam boks pendingin yang ditambahkan dengan tambahan kantung es (ice pack).
    • ASI perah tahan sampai 5 hari, ketika ditaruh pada kulkas bagian lemari pendingin dengan suhu minimal 4 derajat celcius.
    • ASI perah tahan hingga 6 bulan pada freezer dengan suhu 18 derajat celcius dibawah titik beku 0 derajat celsius.

     

    Namun, proses pembekuan ASI perah kemungkinan menghilangkan beberapa zat yang penting untuk menghalau infeksi pada bayi. Semakin lama penyimpanan ASI perah, baik didinginkan maupun dibekukan, akan menghilangkan kandungan vitamin C pada ASI. Meski demikian, ASI perah yang sudah dibekukan itu, nilai gizinya masih jauh lebih baik dibandingkan susu formula. Ketika ASI perah beku yang sudah cair dan tidak terpakai selama 24 jam setelah pencairan, maka sebaiknya ASI ini dibuang saja. Bayi Anda sudah tidak bisa minum ASI ini karena zat antibodi dalam ASI sudah rusak dan bayi Anda bisa sakit.

    Saat memerah ASI dan menyimpannya, ada beberapa hal yang perlu diketahui oleh ibu, yaitu:

    1. Pastikan ibu mencuci tangan dengan bersih sebelum memerah ASI maupun menyimpannya.
    2. Wadah penyimpanan harus dipastikan bersih. Ibu dapat menggunakan botol kaca atau kontainer plastik dengan tutup yang rapat dengan bahan bebas bisphenol A (BPA). Hindari pemakaian kantong plastik biasa maupun botol susu disposable karena wadah-wadah ini mudah bocor dan terkontaminasi. Kontainer harus dicuci dengan air panas dan sabun serta dianginkan hingga kering sebelum dipakai.
    3. Simpanlah ASI sesuai dengan kebutuhan bayi.
    4. Pastikan bahwa pada wadah ASI telah diberi label berisi nama anak dan tanggal ASI diperah.
    5. Tanggal kapan ASI diperah perlu dicantumkan untuk memastikan bahwa ASI yang dipakai adalah ASI yang lebih lama.
    6. Jangan mencampurkan ASI yang telah dibekukan dengan ASI yang masih baru pada wadah penyimpanan.
    7. Jangan menyimpan sisa ASI yang sudah dikonsumsi untuk pemberian berikutnya.
    8. Putarlah kontainer ASI agar bagian yang mengandung krim pada bagian atas tercampur merata. Jangan mengocok ASI karena dapat merusak komponen penting dalam susu

    Untuk penyajiannya :

    • Untuk ASI beku: pindahkan wadah ke lemari es selama 1 malam atau ke dalam bak berisi air dingin. Naikkan suhu air perlahan-lahan hingga mencapai suhu pemberian ASI
    • Untuk ASI dalam lemari es: Hangatkan wadah ASI dalam bak berisi air hangat atau air dalam panci yang telah dipanaskan selama beberapa menit. Jangan menghangatkan ASI dengan api kompor secara langsung.
    • Berikan ASI yang dihangatkan dalam waktu 24 jam. Jangan membekukan ulang ASI yang sudah dihangatkan.

    Semoga Bermanfaat

    dr. Eni Yulvia S