Tanya Dokter

  • Sering sesak napas dan dada seperti tertekan

  •  Melika Bilqis
    Anggota
    Halo Dok, saya sering sesak nafas dan rasanya dada ada yang menindih. Sudah pernah rontgen thorax dan hasilnya baik-baik saja, namun saya dikasih inhaler ventolin untuk meredakan sesak nafasnya. Akhir-akhir ini nafas saya ada bunyi wheezing gitu, apa itu asma ya Dok? Kadang ketika sesak sekali, inhalernya sama sekali nggak membantu. Lalu, pada penggunaan nebulizer harus konsultasi dulu dengan dokter atau boleh dipakai ketika sedang sesak nafas? Terima kasih, Dok.

    Hallo Melika Bilqis

    Terimakasih atas pertanyaan anda

    Asma adalah jenis penyakit jangka panjang atau kronis yang terjadi pada saluran pernapasan yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran napas yang menimbulkan sesak atau sulit bernapas. Selain sulit bernapas, penderita asma juga bisa mengalami gejala lain seperti nyeri dada, batuk-batuk, dan mengi. Asma bisa diderita oleh semua golongan umur. Penyakit ini belum diketahui penyebabnya secara jelas, biasanya terkait dengan riwayat alergi pada keluarga dan pada individu dengan kondisi alergi (alergi dingin, bulu binatang, dan alergi lainnya) bisa saja ditemukan penyakit asma. Pemicu asma antara lain:

    • Lingkungan atau udara yang dingin
    • Paparan terhadap asap rokok, debu, polutan udara
    • Alergi tertentu
    • Aktivitas fisik terlalu berat (kelelahan)
    • Infeksi saluran napas
    • Kecemasan berlebihan
    • Dan lain-lain

    Pada penderita asma saluran pernapasannya lebih sensitif dibandingkan orang lain yang tidak memiliki asma. Ketika paru-paru teriritasi pemicu diatas, maka otot-otot saluran pernapasan penderita asma akan menjadi kaku dan membuat saluran pernapasan tersebut menyempit. Selain itu, akan terjadi peningkatan produksi dahak yang menjadikan bernapas makin sulit dilakukan. Memang ciri khas utama dari asma adalah adanya suara nafas (mengi) yang disebut wheezing. Namun untuk memastikan apakah suara khas tersebut memang benar merupakan wheezing, maka sebaiknya dilakukan pemeriksaan secara langsung oleh dokter. Berdasarkan panduan (kosensus) penanganan asma baik pada anak dan dewasa, memang dijelaskan mengenai penanganan asma di rumah. Dimana sebelumnya diagnosa asma telah dijelaskan dan pasien sudah mendapat edukasi mengenai cara penggunaan obat di rumah. Jika mengalami serangan asma di rumah, maka pasien dapat melakukan nebulisasi menggunakan Inhalasi agonis beta-2 kerja singkat (seperti velutin, ventolin, combivent yang sudah diresepkan terlebih dahulu oleh dokter. Nebulisasi dilakukan setiap 20 menit, 3 kali dalam 1 jam) atau mengkonsumsi obat Bronkodilator oral (misalnya salbutamol atau obat lainnya sesuai dengan pemberian dokter). Jika setelah satu jam tidak membaik, atau sebelum satu jam kondisi bertambah buruk, maka anda harus segera mendapat perawatan di rumah sakit. Jika kondisi membaik saat penanganan di rumah maka Inhalasi agonis beta-2 kerja singkat dapat dilanjutkan setiap 3-4 jam sekali, selama 24-48 jam atau dengan mengkonsumsi bronkodilator oral/minum setiap 6-8 jam. Namun meskipun kondisi sudah membaik di rumah, anda harus tetap berkonsultasi pada dokter mengenai langkah pengobatan selanjutnya. Ingat, sebaiknya anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu mengunai penggunaan alat nebulisasi di rumah ini.

    Semoga jawaban ini membantu anda

     

    dr. Aldy Valentino