Tanya Dokter

  • Ataxia serebral

  •  semangat
    Anggota

    Saya mau tanya saya laki2 usia 50 tahun didiagnosis oleh dokter syaraf bahwa ssya mengidap penyaki yg dinamakan cereberal ataxia yg menyebabkan saat ini kedua kaki saya lumpuh tetapi masih kuat jika ada pegangan sesuatu seperti dinding. Keadaan ini berlangsung bukan tiba2 tetapi secara perlahan nyaitu bermula 10 tahun yg lalu dimulai dari kalau saya berjalan seperti orang mabuk lalu memakai tongkat dan kemudian tongkat 4 kaki lalu memakai ralator hingga saat ini saya hrs menggunakan kursi roda. Saat inipun keadaan semakin sulit untuk bicara lalu bernafas juga sulit. Mama sayapun dahulu seperti saya saat ini. Dari 6 mama saya bersaudara 3 menderita penyakit yg sama. Saya 5 org bersaudara dan 2 orang menderita yg sama hanya abang saya masih bisa berjalan tetapi kalau berjalan sempoyongan. Apakah benar penyakit ini belum ada obatnya dan bagaimana populasi penyakit ini di Indonesia dan di dunia ? Apakah ada sugestion dari dokter, terima kasih.

    Halo, Ataxia serebral merupakan sekumpulan gangguan neurologis, dimana sering kali ditemukan gejala:

    • Hilangnya koordinasi otot,
    • Hilangnya kemampuan berdiri tegak dan berjalan,
    • Hilangnya kemampuan motorik halus seperti menulis, mengkancingkan baju dan makan,
    • Hilangnya kemampuan berbicara,
    • Gangguan pada otot menelan,
    • Gangguan pada otot mata.
    Ataksia terbagi menjadi :
    • Ataksia Friefreich dimana kerusakan terjadi pada otak kecil, sumsum tulang belakang dan saraf tulang belakang. Ataksia ini umumnya ditemukan pada orang dewasa.
    • Ataksia Telangiectasia, munculnya pembuluh darah seperti laba laba pada sudut mata, telinga dan pipi. Ataksia jenis ini menyerang sistem kekebalan tubuh yang menyebabkan mudahnya terserang penyakit lain. Ataksia ini ditemukan pada anak-anak.
    • Kongenital cerebral ataksia, kerusakan otak kecil sejak dari kandungan.
    Berdasarkan penelitian yang dilakukan di US, didapatkan bahwa ataksia Friedreich merupakan ataksia yang paling umum dan diwariskan dengan kejadian 1 berbanding 50.000 penduduk. Selain diturunkan penyakit ini disebabkan juga oleh:
    • Cedera kepala berat,
    • Transient Ischemic Attack (TIA),
    • Stroke,
    • Serebral palsy,
    • Multiple Sclerosis (MS),
    • Komplikasi infeksi virus (paling sering disebabkan oleh virus varisela/cacar)
    • Sindrom paraneoplastik,
    • Tumor,
    • Reaksi toksik (efek samping obat-obatan),
    • Penyakit Wilson.
    Perlu dilakukan pemeriksaan yang seksama oleh dokter spesialis saraf, dan tidak menutup kemungkinan dokter spesialis lainnya untuk memastikan diagnosa penyakit ini. Diperlukan pemeriksaan darah, urine, CT-Scan, pengambilan cairan tulang belakang hingga tes genetika. Pengobatan terhadap kesembuhan total penyakit ini belum ada. Pengobatan yang sejauh ini dapat dilakukan:
    • Menggunakan alat bantu untuk berjalan, berbicara, dan melakukan aktivitas sehari-hari,
    • Melakukan terapi dan rehabilitasi guna meningkatkan kemampuan otot besar guna berdiri, berjalan dan pergerakan lainnya,
    • Terapi pergerakan otot halus dalam menulis, makan, dan melakukan pergerakan halus lainnya,
    • Terapi berbicara dan menggerakan otot-otot sekitar mulut dan menelan.
    Dalam beberapa kasus dimana ataxia disebabkan oleh infeksi virus, keluhan akan menghilang setelah infeksi virus sembuh. Semoga bermanfaat, dr. Aditya Pratama.