Tanya Dokter

  • Penyebab bab kemerahan disertai nyeri

  •  irunaonline
    Anggota
    selamat pagi dok ,aku ada keluhan yg bikin takut diri saya dok, awalnya seminggu yg lalu saya bab darah karena bab saya keras dan merasa ada gesekan di anus,setelah keluar tinja lalu di susul dgn drh segar rasanya sakit yg terkena gesekan itu,saya ke puskesmas dan berobat dokter bilang ada luka di bagian anus dalam akibat gesekan ,saya di kasih obat dan di sarankn makan pepaya nah setelah itu saya makan pepaya sebelum makan nasi selama 3 hari terus menerus dan bab normal, saya memakan pepaya cukup matang berwarna merah saya makan pagi setengah dan malam setengah pepaya dan porsi makan nasi saya kurangi itupun aku jadwalkan siang dan malam saja dan itu aku ubah pola makan ku setiap hari, setelah rutin besok paginya saya ingin bab ,yg lebih kaget nya lagi bab saya berwarna kuning dan kemerahan tapi merahnya tidak keseluruhannya pada tinja, setelah saya penasaran dan takut saya mengecek tinja saya ,ada yg merah seperti pepaya yg tidak tercerna sempurna , lalu apakah tinja berwarna merah itu saya menderita penyakit kanker usus besar dok? atau penyebab saya memakan pepaya ? mhon penjelasannya dok dan tanda" penyakit usus besar dok? trmaksh

    Hai irunaonline,

    Terimakasih telah bertanya ke Alodokter.

     

    Beberapa jenis makanan memang bisa menyebabkan perubahan warna tinja menjadi kemerahan, salah satunya pepaya, buat bit, buah naga, cabe, dan sebagainya. Namun, jika murni disebabkan oleh efek makanan, maka semestinya, BAB yang kemerahan tersebut tidak akan disertai rasa nyeri.

    BAB kemerahan disertai nyeri yang Anda alami memang bisa menjadi pertanda kanker pada saluran cerna (salah satunya kanker usus besar). Selain BAB berdarah, kanker ini biasanya akan menyebabkan juga berbagai keluhan lainnya, misalnya:

    • BAB berlendir
    • Sulit BAB, sulit buang angin
    • Perut kembung, mual
    • Perut buncit
    • Penurunan berat badan drastis tanpa sebab yang jelas

    Namun, di samping kanker, BAB berdarah bisa juga terjadi karena sebab lain, misalnya:

    • Wasir (ambeien, hemorrhoid)
    • Fissura ani (robekan dinding anus atau rektum bagian bawah)
    • Fistula ani (saluran abnormal yang menghubungkan anus atau rektum bagian bawah dengan kulit luar)
    • Infeksi menular seksual, misalnya karena kutil kelamin, Herpes genital
    • Disentri (infeksi saluran cerna)
    • Gangguan pembekuan darah, misalnya karena kelainan sumsum tulang belakang, kanker darah
    • Perdarahan saluran cerna bagian atas, misalnya tukak lambung, tukak duodenum, pecah varises esofagus, dan sebagainya

    Sebaiknya, Anda memeriksakan diri secara langsung ke dokter spesialis penyakit dalam untuk dilakukan pemeriksaan penunjang, misalnya laboratorium, kultur tinja, rontgen, USG, atau endoskopi. Dengan demikian, bisa dipastikan, apakah keluhan yang Anda alami benar disebabkan oleh makanan, kanker, atau ada penyebab lainnya.

    Sebagai langkah awal, Anda bisa lakukan tips berikut:

    • Cegah sembelit dengan banyak minum, banyak mengkonsumsi sayur dan buah, aktif bergerak dan berolahraga, serta jangan menahan hasrat untuk BAB
    • Pastikan makanan yang Anda konsumsi diolah dengan higienis
    • Tetap tenang, jangan panik berlebihan sebelum memeriksakan diri ke dokter
    • Jaga selalu kebersihan anus dan organ intim Anda
    • Hindari seks anal

    Semoga membantu ya..

     

    dr. Nadia Nurotul Fuadah