Tanya Dokter

  • diare pada anak disertai perut kembung dan tubuh lemas

  • Dok saya mau tanya seputar BAB anak sy usia 1,5 th.. biasanya BAB nya 3hr sekali dan agak konstipasi. Tp sdh 5hari terakhir ini BAB nya shari skali, agak lembek, dan berlendir merah gelap..stiap BAB selalu menangis...perutnya jg kembung. Apakah anak sy diare dok? tp Kondisi fisiknya msih lincah gk lemes.. apakah perlu priksa feses dok? trimkasih.

    Hai Nurma Wulan Agustina, Terimakasih telah bertanya ke Alodokter. Diare pada anak diartikan sebagai peningkatan frekuensi buang air besar (BAB) lebih dari 3x sehari, dengan konsistensi feses yang sangat cair, bisa disertai darah atau lendir. BAB 1x sehari dengan feses yang agak lembek kemungkinan belum termasuk diare. Keluhan yang anak Anda alami mungkin disebabkan oleh:

    • Konsumsi makanan yang mengiritasi saluran cerna (misalnya makanan pedas, bersantan, makanan tidak higienis)
    • Konsumsi makanan yang mengandung banyak gas (kol, sawi, umbi-umbian)
    • Alergi makanan, susu
    • Intoleransi fruktosa, laktosa
    • Infeksi saluran pencernaan (gastroenteritis), bisa karena virus, bakteri, parasit
    Jika keluhan tersebut sampai membuat bayi rewel atau tidak mau makan dan minum, sebaiknya diperiksakan langsung ke dokter ya.. Jika perlu, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan lanjutan seperti laboratorium, USG, atau kultur feses. Sebagai langkah awal, coba lakukan tips berikut:
    • Beri waktu bayi untuk istirahat yang cukup
    • Perbanyak minum dan menyusu ASI
    • Beri bayi MPASI bergizi seimbang. Sementara, beri makanan bertekstur lunak terlebih dahulu. Hindari makanan yang pedas, asam, bersantan, makanan instan.
    • Jaga kebersihan (cuci tangan, sterilkan wadah pemberi makan dan minum, jangan jajan sembarangan)
    • Belajar lakukan pijat bayi untuk membuat nyaman saluran pencernaannya. Caranya adalah dengan melakukan gerakan memutar searah jarum jam dan gerakan seperti mengayuh sepeda di perut anak dengan minyak penghangat. Lakukan secara teratur setiap habis mandi.
    Semoga membantu ya..   dr. Nadia Nurotul Fuadah