Tanya Dokter

  • penyebab BAB disertai darah

  •  gustideka
    Anggota

    Salam sehat dok,

    Saya wanita berumur 18 tahun, tinggi 167 cm dan berat badan 51 kg, kmarin saat saya BAB, saya melihat feses saya berwarna hitam seperti arang, teksturny terlihat keras dan bulat bulat dok, di pinggiran feses itu juga saya melihat seperti darah gitu dok saya juga gak tau pastinya itu darah atau bukan. Dan disertai pmbengkakan kelenjar getah bening di bagian belakang kuping dan bawah kuping. Paginya saya periksa ke dokter puskesmas katanya itu hemoroid dok, saya diberi obat antibiotik dan anti hemoroid yng dimasukkin kedalam anus, sudah sekitar 2 minggu ini lambung saya juga sering terasa nyut2an kadang saya mual tapi jarang dok, saya juga gak muntah darah, bila perut dipencet juga tidak sakit dok. Tp yng saya baca di internet katanya jika feses hitam itu karena adany pndarahan di bagian atas pencernaan ya dok? Sedangkan hemoroid kan disaluran pencernaan bagian bawah dok? Apa kira2 saya salahhh diagnosis atau bagaimana? Apa yng harus saya lakukan dok? Saya benar-benar panik dan ketakutan, mohon dibalas dok...thanks before

    Hai Gustideka, BAB berdarah dapat disebabkan oleh perdarahan yang terjadi pada saluran pencernaan bagian atas atau bagian bawah. Pada perdarahan saluran pencernaan bagian atas, pada umumnya darah yang dijumpai ketika BAB berwarna gelap sampai kehitaman, sedangkan pada perdarahan saluran pencernaan bagian bawah, warna darah ketika BAB berwarna merah terang. Beberapa penyebab umum BAB berwarna hitam (atau dinamakan melena) adalah:

    • perdarahan kerongkongan/esofagus
    • perdarahan tukak lambung
    • perdarahan tukak usus
    Wasir /hemoroid adalah benjolan pada anus yang disebabkan oleh pelebaran pembuluh darah di bawah kulit sekitar anus. Pada wasir/ hemorrhoid, memang pada umumnya gejala yang ditemukan adalah BAB berdarah dengan warna merah segar. Untuk mendiagnosis wasir, dokter perlu melakukan pemeriksaan pada lubang anus Anda dan melakukan colok dubur untuk mendeteksi benjolan ini. Jika Anda mengalami keraguan, silakan Anda berkonsultasi dengan dokter lain atau sebaiknya dengan dokter spesialis penyakit dalam. Setelah melakukan pemeriksaan, bila perlu, dokter akan menyarankan pemeriksaan tambahan seperti pemeriksaan tinja, endoskopi/kolonoskopi, ultrasonografi, atau CT scan bila perlu. Semoga informasi ini berguna. dr. Aloisia