Tanya Dokter

  • bagaimana cara mengatasi saat serangan bronkitis agar hidup lebih produktif?

  •  Rachma Ona
    Anggota

    Sejak kecil bahkan bayi, saya terlahir dengan riwayat alergi, mulai alergi susu, seafood, suhu udara yang dingin, asap rokok, dan debu. Saya saat ini berusia 25 tahun 10 bulan, tetapi saya selalu mengalami infeksi saluran napas setiap tahun, bahkan terkadang diakhiri dengan kunjungan ke rumah sakit setiap tahunnya, baik sekedar di ugd atau opname. Di usia 7 tahun, saya mengalami pembengkakan tonsil amandel dan terpaksa menjalani operasi pengangkatan amandel. Setelah amandel diangkat saya terserang sinusitis, dan hampir tiap tahun utamanya saat musim dingin selalu mengalami radang tenggorokan. Seingat saya, sejak usia 14 tahun saya selalu mengalami batuk produktif yang tidak kunjung sembuh dalam kurun waktu 3 bulan. Ketika ke dokter saya hanya diberikan antibiotik dan obat batuk, tetapi tidak ada perubahan signifikan. Sejak saat itu saya mengalami batuk produktif berkepanjangan di setiap tahunnya. Di usia 20 tahun, saya merasakan badan mudah sekali lelah, saya juga sering mengalami alergi persis sewaktu kecil. Alergi tersebut muncul jika terpapar debu, asap, dan suhu udara dingin, terkadang bentol di kulit atau biduren, batuk dan bersin. Dokter mengatakan saya menderita alergi. Batuk produktif tetap muncul terutama jika alergi muncul, tetapi berlangsung lama biasanya 1 hingga 3 bulan. Kesehatan saya semakin terganggu, saya mudah lelah bahkan mengalami gangguan pencernaan jika musim dingin tiba. Tetapi akan hilang jika panas matahari muncul. Di usia 25 tahun, badan saya semakin melemah, dan saya terserang sesak napas, batuk membuat saya sulit tidur, keringat dingin, dan ngos-ngosan walau hanya melakukan aktivitas ringan. Akhirnya saya memutuskan untuk memeriksakan diri ke dokter paru sesuai rujukan dokter umum. Dokter paru mendiagnosa saya terserang pneumonia, setelah cek dahak dan xray. Lalu saya menjalani pengobatan 2 minggu. Setelah dua minggu, batuk dan sesak saya tidak mengalami perubahan, akhirnya saya menjalani tes tiup dan dokter paru mengeluarkan diagnosa saya penderita asma. Akhirnya saya diberikan obat berupa berotec, seretide, cetrizine dan salbutamol. Tetapi salbutamol dihentikan lantaran jantung saya berdebar. Satu bulan kemudian batuk saya kambuh lantaran terpapar asap rokok di lingkungan kerja. Saya dilarikan ke ugd lantaran sulit bernapas. Di ugd saya di nebulizer. Satu bulan berikutnya saat musim hujan tiba, saya biduren atau bentol di kulit lalu mengalami sesak napas dan batuk yang membuat nyeri dada, dada bahkan terasa panas. Saya dilarikan ke rumah sakit lagi. Selama empat bulan berturut-turut selama musim hujan batuk produktif itu selalu kmbuh bahkan terkadang disertai demam. Akhirnya dokter mengeluarkan diagnosa baru, bahwa saya mengidap asma bronkial dan bronkitis kronis, atau ppok. Dokter memberikan saya obat berupa seretide, berotec, cetrizine, codein. Dokter mengatakan bahwa penyakit itu diakibatkan karena saya mengalami alergi lalu saat alergi saya sering mengalami infeksi saluran napas. Dan infeksi saluran napas itu berulang ulang saya alami. Lalu dokter mengatakan pula bahwa penyakit saya tidak bisa sembuh, hanya bisa dikontrol dengan obat dan menghindari pencetus. Kepada alo dokter saya ingin menanyakan, bagaimana cara menanggulangi serangan bronkitis, utamanya saat musim hujan tiba? Lalu saya merasakan badan saya mudah sekali lelah jika bekerja, akibatnya saya tidak bisa produktif seperti rekan kerja saya yang memiliki tubuh normal. Jika sedikit saja terpajan alergi baik suhu atau asap saya selalu batuk, lalu tak jarang berakhir dengan tidak masuk kantor. Dan tentunya ini sangat menganggu pekerjaan. Jadi bagaimana agar hidup saya sehat dan produktif sekalipun saya penderita asma bronkial dan bronoitis kronis? Terimakasih.

    Rachma Ona  Dr. Liyadi
    Anggota

    Hi Berikut adalah laman yang membahas secara detail mengenai bronkitis dan asma: Bonkitis Asma Penderita bronkitis kronis lebih rentan terserang flu. Oleh karena itu disarankan untuk mendapatkan vaksinasi flu tiap tahun. Jaga kekebalan tubuh melalui nutrisi yang lengkap dengan pola makan yang sehat dan beragam. Lakukan olahraga secara teratur. Hindari kebiasaan merokok. Hindari asap rokok dan polusi ketika berada di tempat publik dengan menggunakan masker. Masker yang tepat Kenali apa saja yang memicu bronkitis dan lakukan pencegahan secara aktif. Periksakan diri ke dokter secara teratur untuk merevisi ulang tingkat pengobatan Anda, apakah sudah cukup efektif atau kurang. Pastikan Anda disiplin menjalani pengobatan di rumah. Jika merasa lelah atau kurang sehat, periksakan diri ke dokter agar serangan bronkitis bisa dicegah dan untuk memastikan gejala bukan karena kondisi lain seperti misalnya lelah dan sesak napas akibat anemia. Lakukan aktivitas dan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan tubuh. Jangan terlalu memaksa. Tentu tubuh dengan bronkitis kronis tidak bisa disamakan dengan tubuh tanpa kondisi ini. Kenali batas kemampuan tubuh Anda dan jaga pertahanan tubuh. Jika merasa bronkitis bertambah parah, temui dokter spesialis respiratori. Semoga membantu. Dr Liyadi