Tanya Dokter

  • Bagaimana cara mengobati darah beku kecelakaan tanpa operasi ?

  •  ibnu matali
    Anggota

    Kami mengalami kecelakaan,anak laki2 sy umur 5,5 th patah tulang telapak tangan terusan jari tengahnya,ada darah beku disekitar patahnya,dokter bilang tulangnya gak perlu operasi karena stabil,tp operasi harus dilakukan utk mengeluarkan darah beku itu. Yg sy mau tanya,adakah cara lain utk menghilangkan darah beku itu tanpa operasi ?

    Hai, Terkadang terdapat beberapa istilah umum yang dapat merujuk ke suatu penyakit yang keliru pula. Misalnya:

    • "Masuk angin", beberapa orang merujuk kepada keadaan "mual", yang mengarahkan Dokter memikirkan masalah perut; yang lain merujuk kepada keadaan "badan lemas", yang sebetulnya lebih mengarah ke penyakit infeksi.
    • "Pusing", beberapa merujuk kepada keadaan "seperti habis memutarkan kepala berkali-kali" yang mengarah ke penyakit vertigo, sedangkan yang lain merujuk kepada keadaan "nyeri kepala", yang mengarah ke penyakit selain vertigo.
    Oleh sebab itu, "darah beku" yang Anda maksud dapat mengarah kepada keadaan "emboli", yaitu suatu bekuan darah kecil yang terdapat di dalam pembuluh darah, atau bisa juga bekuan darah besar yang terdapat di luar pembuluh darah. Dan tergantung penyebabnya masing-masing, penanganannya pun berbeda-beda pula. Kami menganjurkan Anda untuk mendiskusikan hal ini kepada Dokter yang menangani Anda, apakah prosedur operasi perlu dilakukan / tidak. Terdapat beberapa keadaan yang mengharuskan operasi pada keadaan pasca kecelakaan yang mematahkan tulang, misalnya:
    • Sindrom kompartemen (yaitu tekanan di dalam otot meninggi karena kebocoran pembuluh darah. Hal ini dapat menekan pembuluh darah lain yang melalui daerah tersebut, sehingga berpotensi merusak organ sekitar)
    • Patah tulang terbuka
    • Patah tulang terpisah dengan posisi miring
    • Luka sangat kotor / tercemar benda-benda asing, misalnya tertusuk kayu, besi, dll.
    • Patah tulang yang menyebabkan penjepitan saraf
    • Patah tulang yang merobek pembuluh darah
    • dan sebagainya
    Dokter akan selalu menganjurkan operasi sebagai pilihan terakhir setelah mempertimbangkan keuntungan dan kerugian bagi pasien. Anda juga berhak bertanya kepada Dokter Anda masing-masing kerugian dan manfaat dari setiap pilihan yang tersedia. Hak pasien sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit dapat Anda baca di sini. Hak pasien untuk memperoleh informasi sejelas-jelasnya sebelum tindakan tertuang pada butir ke-11. Sekian, semoga bermanfaat. dr. Radius Kusuma