Tanya Dokter

  • Bagaimana cara mengobati malaria ?

  •  Siska Yuniati
    Anggota
    Assalamu'alaikum, Dokter... Sebulan yang lalu suami saya dirawat di RS selama 6 hari, vix terkena DB dan malaria vivax plasmodium. Di Rs dokter memberikan resep obat kina dan diminum selama 10 hari. Selama sepulang dari RS suami sudah tidak demam malaria lagi, tapi sekarang tepat 1 bulan setelah dirawat suami saya demam lagi dengan gejala sama seperti malaria. Apakah parasitnya belum mati semua dok ? Lalu bagaimana cara mengobati malaria supaya parasitnya benar-benar mati ? Dan bagaimana kita bisa tau jika suami saya sudah sehat dari malaria ? Untuk saat ini, karena suami demam lagi jadi minum lagi obat kinanya.
    Siska Yuniati  dr. Budiono
    Dokter

    Hai Siska,

    Malaria merupakan penyakit akibat infeksi parasit plasmodium. Parasit ini ditularkan kemanusia melalui perantara nyamuk dan umumnya terjadi pada daerah tertentu (daerah endemis malaria). Penyakit malaria merupakan penyakit yang berbahaya dan berpotensi mengancam jiwa sehingga harus mendapat penanganan tenaga medis bila mengalaminya atau memiliki gejala malaria setelah berpergian kedaerah endemis malaria.

    Malaria yang disebabkan oleh Plasmodium vivax disebut juga sebagai malaria tertiana. Malaria ini umumnya menimbulkan gejala dan keluhan yang lebih ringan dibanding malaria tropicana (akibat Plasmodium falciparum), meskipun demikian malaria yang disebabkan oleh plasmodium vivax memiliki angka rekurensi (kekambuhan) yang lebih tinggi sehingga harus diwaspadai bila timbul gejala seperti malaria kembali.

    Sejauh ini belum terdapat cara untuk memastikan bahwa seseorang telah sepenuhnya sembuh dari malaria karena parasit ini dapat menetap (dormant) didalam sel hati dan dapat kambuh sewaktu-waktu walaupun infeksi sebelumnya telah teratasi.

    Dikarenakan suami Anda sudah pernah terkena infeksi malaria tertiana maka sebaiknya suami Anda tidak mengobati secara sendiri kondisi tersebut dan segera memeriksakan dirinya kedokter spesialis penyakit dalam atau kedokter yang merawatnya agar mendapat penanganan yang tepat dan mencegah terjadinya komplikasi atau perburukan kondisi.

    Berikut artikel terkait pertanyaan Anda :

    Malaria

    Semoga bermanfaat,

    dr. Budiono