Tanya Dokter

  • Apakah papsmear wajib dilakukan?

  •  Astarini
    Anggota

    Dok,klo jika pernah melakukan hubungan seksual apakah wajib melakukan papsmear?walaupun usia masih dibawah 20thun?

    Halo, Papanicolau smear atau Pap smear, merupakan metode pemeriksaan dini untuk mengetahui adanya keganasan (kanker serviks) pada sel-sel di area serviks uteri atau leher rahim. Usapan sel pada serviks diteliti dengan mikroskop, dan diamati, apakah terdapat perubahan bentuk, dan apakah normal atau mengarah kepada keganasan. Mendeteksi sel abnormal penyebab kanker serviks Terdapat beberapa pendapat yang menyatakan bahwa setiap wanita yang pernah melakukan hubungan seksual sebaiknya menjalani pemeriksaan Pap Smear, karena semakin muda usia melakukan hubungan seksual dan melahirkan, maka risiko kanker serviks akan semakin tinggi. Risiko kanker serviks semakin tinggi dengan adanya faktor risiko berikut, antara lain:

    • Melakukan hubungan seksual terlalu muda
    • Melahirkan terlalu muda
    • Melahirkan dengan jarak terlalu dekat
    • Berganti-ganti pasangan
    • Riwayat keganasan/kanker serviks dalam keluarga
    Rekomendasi American Society for Clinical Pathology tahun 2012 untuk pemeriksaan Pap Smear adalah sebagai berikut:
    • Pemeriksaan dapat dimulai pada usia 21 tahun, tanpa memandang riwayat seksual
    • Pada wanita usia 21-29, dilakukan pemeriksaan setiap 3 tahun sekali. Pemeriksaan Human Papilloma Virus (HPV) tidak digunakan sebagai skrining pada kelompok usia ini.
    • Pada wanita usia 30-65, dilakukan skrining Pap Smear dan juga pemeriksaan HPV setiap 5 tahun sekali, atau Pap Smear saja setiap 3 tahun.
    • Pada usia 65 tahun, pemeriksaan berulang dapat dihentikan, jika pada setiap pemeriksaan sebelumnya tidak didapatkan hasil yang positif, dan juga tidak memiliki risiko tinggi untuk mengalami kanker serviks
    • Skrining pada pasien yang telah mengalami histerektomi (pengangkatan rahim) tidak direkomendasikan
    • Pada wanita yang telah divaksinasi HPV, skrining dilakukan sama seperti wanita yang tidak divaksinasi HPV.
    Langkah yang dapat dilakukan dalam pencegahan kanker serviks, termasuk diantaranya vaksinasi HPV, serta menghindari faktor risiko seperti diatas. Untuk lebih jelasnya dibahas pada halaman berikut: Pencegahan kanker serviks Demikian informasi yang dapat saya sampaikan, semoga membantu. dr. Agatha