Tanya Dokter

  • Mengatasi mata sipit sebelah pada bayi

  •  Eka
    Anggota
    Anak saya umur 4 bulan dok. Matanya sipit sebelah disebelah kanan dok. Hal ini terjadi pas lahir mata sebelahnya itu tidak terbuka secara normal seperti biasanya dikarenakan banyaknya belek yang lengket diarea mata.dan saya juga konsultasi ke dokter yang nangani saya pas persalinan katanya karena kena air ketuban matanya dan diberi salep untuk area matanya dok. Soalnya pas lahiran ketubannya udah pecah diluar dok. Kira kira dok nanti seiring bertambahnya usia anak saya matanya bisa membuka lebar seperi yang sebelah kiri normal? Dan apa harus operasi juga dok? Mohon sarannya dok. Sebagai seorang ibu kan ada rasa khawatir juga dok. Thanks ya dok. Mohon dibalas
    Eka  dr. Budiono
    Dokter

    Hai Eka,

    Kondisi penurunan kelopak mata atau kelopak mata sulit membuka disebut juga sebagai ptosis dan bila terjadi pada 1 tahun pertama kehidupan disebut juga kongenital ptosis. Terdapat berbagai hal yang dapat menyebabkan kongenital ptosis, yakni :

    • Kelainan bawaan lahir seperti kelainan perkembangan otot kelopak mata pada kelopak mata (terutama otot levator palpepra superior) atau kelainan saraf
    • Akibat trauma fisik terutama pada proses melahirkan
    • Akibat adanya tumor pada sekitar rongga mata (periorbital tumor)
    • Pseudoptosis atau bukan ptosis yang sesungguhnya, hal ini dapat disebabkan ukuran bola mata yang terlalu kecil sehingga kelopak mata akan tampak lebih turun
    • dsb
    • Bila keluhan ini disebabkan oleh kelainan kongenital atau adanya tumor pada seputar kelopak mata maka umumnya kondisi tersebut tidak dapat membaik dengan sendirinya atau dengan obat-obatan dan membutuhkan intervensi medis seperti operasi/pembedahan.

      Namun demikian, kondisi yang berbeda akan membutuhkan penanganan yang berbeda pula sehingga sebaiknya Anda mengkonsultasikan hal ini dengan dokter spesialis anak Anda agar mendapat penanganan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan anak Anda. Tanyakanlah hal yang belum jelas dengan dokter Anda agar mendapat penjelasan mengenai langkah penanganan yang dapat dilakukan dokter. Dokter yang merawat anak Anda tentu lebih paham mengenai kondisi anak Anda secara keseluruhan dibandingkan hanya melalui konsultasi online saja.

      Semoga bermanfaat,

      dr. Budiono