Tanya Dokter

  • Penyebab rasa haus terus menerus

  • Mau tanya lagi dok, saya memiliki kebiasaan banyak minum air putih dari kecil sampai sekarang saya minum banyak termasuk malam hari terkadang orang lain melihat nya itu berlebihan sampai ibu saya menegur saya karena minum banyak malam hari seperti nya dia khawatir kalo itu tanda DM tapi keluarga saya tidak memiliki penyakit genetik seperti DM. Umur saya 20 tahun dok. Saya juga pernah terpikirkan hal tersebut. Apakah ada masalah karna saya haus terus? Dan bagaimana toleransi kerja ginjal saya kalau terlalu banyak minum air putih?

    Hai,

    Banyak minum air putih bisa terjadi karena:

    • faktor psikogenik (merasa harus minum air putih, padahal belum tentu haus)
    • gangguan produksi hormon ADH (anti-diuretic hormone); hormon ini mengatur rasa haus seseorang. Contoh penyakitnya ialah diabetes insipidus
    • dehidrasi
    • diabetes mellitus / kencing manis

    Segala sesuatu yang berlebihan pada umumnya akan menimbulkan efek tidak baik bagi tubuh; salah satunya ialah mengonsumsi air putih secara berlebihan. Mengonsumsi air putih berlebihan dapat mengakibatkan gangguan keseimbangan elektrolit pada tubuh, suatu kondisi yang dikenal sebagai keracunan air (water intoxication). Anjuran jumlah cairan yang dikonsumsi seorang dewasa ialah sekitar 2 liter air per hari; jumlah ini bisa ditingkatkan tergantung tingkat aktivitas seseorang dan suhu lingkungkan (mis. banyak berkeringat, cuaca panas). Kecukupan cairan bisa dinilai dari warna air seni; warna air seni yang kuning dan pekat menandakan dehidrasi / kekurangan cairan dan karena itu asupan cairan perlu ditingkatkan. Jika warnanya cerah dan jernih, hal tersebut menandakan Anda cukup cairan dan Anda boleh mempertimbangkan untuk membatasi asupan cairan Anda atau meningkatkan tingkat aktivitas Anda (mis. berolahraga).

    Untuk memastikan bahwa kondisi kesehatan Anda baik-baik saja, diperlukan pemeriksaan langsung oleh Dokter / Ahli Penyakit Dalam (Sp. PD). Mungkin diperlukan pemeriksaan darah dan air seni untuk menunjang diagnosis. Setelah penyebabnya jelas, barulah penanganan yang tepat bisa diberikan.

    Baca juga artikel menarik tentang terapi air putih

    Sekian, semoga bermanfaat.

    dr. Radius Kusuma