Tanya Dokter

  • Bakteri Coccobacillus pada vagina

  •  philia761
    Anggota

    Dear Alodokter team,

    Pada sekitar 9 Oktober 2017 lalu saya melakukan hasil tes papsmear dan pada hasil tes, ditemukan bakteri coccobacillus pada vagina saya.

    Memang sekitar 2 bulan sebelum tes, saya merasa keputihan saya tidak wajar, setiap hari keluar cairan yang berbau, kental, dan banyak. Padahal biasanya hanya sebelum dan sesudah menstruasi.

    Sekitar seminggu setelah hasil tes keluar, kira-kira tanggal 16 Oktober 2017,  saya datang ke puskesmas dan diresepkan Metronidazole dan Ciprofluxacin untuk dosis minum selama 7 hari.

    Setelah minum obat tersebut selama 7 hari + waktu tunggu hasil obat 7 hari, keputihan jauh berkurang, namun masih ada bau (walaupun tidak menyengat seperti sebelum minum obat).

    Pada tanggal 6 November 2017, saya kembali ke puskesmas untuk kembali mengecek dan kembali diresepkan Metronidazole dan Ciprofluxacin untuk dosis minum selama 7 hari.

    Pada waktu sebelum pengobatan, saya sempat berhubungan seksual tanpa kondom dengan pasangan saya, saya khawatir ada efek pingpong yaitu pasangan tertular dengan bakteri Coccobacillus. Hal ini membuat saya takut berhubungan seksual karena saya tidak tahu indikasi sembuh itu bagaimana.

    Yang ingin saya tanyakan:

    - Bagaimana cara mengetahui saya benar-benar sembuh dari bakteri Coccobacillus?

    - Apakah mungkin pasangan saya (laki-laki) tertular bakteri Coccobacillus? Lalu, haruskan pasangan juga menjalani pengobatan?

    Mohon informasi, Dok.

    Terima kasih.

    Halo,

     

    Bakteri coccobacillus memang bisa disebabkan karena infeksi menular seksual. Bakteri ini berbentuk batang dan berjumlah banyak (jumlah jamak dari bakteri kokobasil). Umumnya disebabkan karena Chlamidia atau Gardnerela.

    Karena disebabkan oleh kuman dan ditularkan melalui kontak langsung maka pengobatan adalah dengan antibakteri (antibiotik ) dosis tertentu dengan lama waktu tertentu (umumnya 7-14 hari) dan sebaiknya tidak melakukan hubungan intim saat melakukan pengobatan. 

    Kesembuhan tentu ditandai dengan menghilangnya gejala dan dipastikan dengan kembali melakukan analisa cairan vagina atau papsmear ulang untuk melihat ada atau tidak bakteri tersebut.

    Karena bisa ditularkan melalui hubungan seks maka ada kemungkinan pasangan Anda pun tertular, pada semua penyakit infeksi menular seksual memang idealnya dilakukan pengobatan terhadap penderita dan pasangan nya agar pengobatan maksimal dan kemungkinan terjadinya penularan ke orang lain akan menurun atau tidak ada.

    Jaga kebersihan organ intim Anda. Pastikan setia kepada 1 pasangan dan hindari seks bebas, gunakan kondom jika perlu. 

    Lakulan pengobatan dengan seksama dan rutin melakukan papsmear setahun sekali.

    Semoga membantu.

     

    dr. Yusi