Tanya Dokter

  • Bayi belum BAB selama 6 hari

  •  idalim86
    Anggota
    selamat sore dok... bayi saya 2 bln asi eksklusif dan ini udah 6 hari masih blm bab. menurut artikel seminggu sekali masih normal. jadi dok yg mao saya tanyakan jika da lewat dari seminggu ato lbh besar dari 7 hari apakah masih normal?? kalo kentut sering, thx..

    Halo Idalim

    Terima kasih telah bertanya pada Alodokter

    Frekuensi BAB memang menjadi salah satu faktor penting dalam menilai kesehatan bayi dan tidak jarang menjadi kekhawatiran orang tua ketika bayi lama tidak BAB ataupun sering BAB, tetapi perlu diketahui banyak faktor yang mempengaruhi pola dan frekuensi bayi BAB. Saat baru lahir seorang bayi bisa BAB 4- 10 kali dalam sehari dan hal itu masih dianggap sebagai hal yang lumrah. Faktor faktor yang mempengaruhi pola dan frekuensi BAB pada bayi antara lain adalah :

    1. ASI / Sufor: Bayi yang minum ASI bisa saja BAB setiap 3 - 5 hari sekali bahkan ada laporan yang menyatakan bahwa ada kasus bayi ASI BAB 1 kali dalam seminggu. Hal ini bisa menjadi hal yang lumrah namun perlu juga diperhatikan konsistensinya. Jika konsistensi feses bayi lunak (tidak keras dan kering) maka hal ini tidak disebut sebagai konstipasi. Sementara anak dengan sufor bisa saja rutin BAB 1 kali sehari atau memiliki konsistensi feses yang keras.
    2. Makanan MP ASI: makanan akan mempengaruhi pola dan frekuensi BAB, pada anak yang baru saja mendapat MP ASI bisa saja BAB menjadi sering atau menjadi lambat tergantung dari pola pencernaan dan jenis makanan yang diberikan.
    3. Cairan: bayi yang dehidrasi cenderung lebih jarang BAB daripada bayi yang cairannya tercukupi dengan baik.
    4. Penyakit lain: pada beberapa penyakit infeksi bakteri/virus dll bisa saja frekuensi BAB menjadi sering (diare) akibat dari infeksi tersebut atau bisa juga mengalami sulit BAB (konstipasi) akibat penyakit / kondisi pada rektum seperti penyakit crohn, penyakit celiac, ileus dll.

    Jadi untuk menilai normal atau tidaknya selain frekuensi juga nilailah warna serta konsistensinya. Selain itu BAB jarang masih dianggap normal ketika frekuensi buang air kecil serta peningkatan berat badannya tidak bermasalah. Namun apabila Anda khawatir dan keluhan ini terus berlanjut cobalah untuk mengajak bayi Anda ke dokter spesialis anak terdekat agar dilakukan pemeriksaan secara langsung. Serta  perlu diingat bahwa BAB jarang karena ASI bukan menjadi alasan untuk menghentikan ASI.

    Semoga bermanfaat

    Salam, dr. Satya Sueningrat