Tanya Dokter

  • Apakah saya menderita gejala kanker paru-paru?

  •  Abdul Wakhid
    Anggota

    Pagi dok. Maaf agak panjang, umur saya 48 tahun, saya sudah lama menderita batuk lebih dari 10 tahun dan sering kambuh tahun 2012. pernah minum obat tb 9 bulan tanpa putus, walaupun waktu itu hasil tes dahak negatip, tapi rontgen bronkitis kronis (parah). pernah dikasih beberapa macam obat antibiotik dari amoxicillin sampai levofloxacin sepertinya tidak mempan. sampai sekarang masih sering batuk, terkadang dahaknya campur darah dan terasa pegal di punggung. kadang sesak tanggal 9 maret 2015 kemarin tes kultur tanggal 26 mei 2015 (2 bulan lebih) saya ambil hasinya negatif. dokter bilang tidak ada bakteri di tubuh saya, tapi yang saya tanyakan apa yang harus saya lakukan, apakah itu penyakit kanker paru-paru?

    Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas penjelasanya

    Abdul Wakhid  dr. Nofrina
    Dokter

    Hi Pak Abdul Wahid, Batuk bukan merupakan suatu penyakit, namun sebagai mekanisme pertahanan tubuh untuk melawan gangguan dari luar. Sehingga batuk dapat dikatakan sebagai respon alami yang dilakukan tubuh untuk membersihkan lendir atau penyebab iritasi seperti debu atau asap, agar keluar dari saluran pernapasan kita. Batuk kronik dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti :

    • Merokok. Batuk pada perokok dapat menjadi gejala Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), dimana sifat dari PPOK itu sendiri biasanya tidak dapat disembuhkan, melainkan hanya mengurangi keluhan saja.
    • Terapi obat jangka panjang, seperti pada pengobatan darah tinggi (hipertensi) maupun penyakit jantung.
    • Infeksi saluran pernafasan jangka panjang,
    • Asma,
    • Penyakit refluks gastroesofageal (GERD),
    • Penyakit Tuberkulosis,
    • Kanker paru-paru,
    • Gagal Jantung,
    • Emboli paru/penyumbatan di paru-paru,
    • dan lain-lain.
    Terapi antibiotik (seperti amoksisilin dan levofloxasin) lazim diberikan pada penderita yang awalnya dicurigai sebagai TB Paru namun tidak ditemukan tanda pendukung dari pemeriksaan penunjangnya. Jika tidak ada hasil yang signifikan dari terapi antibiotik, maka dokter akan memutuskan untuk terapi pengobatan dengan obat anti tuberkulosis. Hasil kultur negatif memang benar menandakan bahwa penyakit yang dialami bukan diakibatkan oleh bakteri. Namun untuk penegakan diagnosa kanker paru, perlu dilakukan serangkaian test pemeriksaan penunjang terlebih dahulu, seperti test pencitraan (dapat berupa X-ray maupun CT scan) dan biopsi atau pengambilan sampel jaringan paru-paru. Yang menjadi pertanyaan kami : Apakah bapak merokok/pernah merokok ? karena rokok dapat menyebabkan berbagai penyakit paru-paru dari akut sampai kronik. Dan rokok juga dapat menyebabkan terapi yang dilakukan menjadi sia-sia. Apakah terapi tuberkulosis dilakukan sampai tuntas ? Saran dari kami tetap untuk periksakan kondisi yang bapak alami ke dokter ahli paru terdekat guna penegakan diagnosis dan terapi yang lebih tepat dan cepat. Sebagai rujukan, anda dapat membaca artikel-artikel mengenai Batuk, TB Paru, dan Kanker paru yang telah disusun oleh tim Alodokter. Semoga membantu, Salam, dr. Nofrina

    Abdul Wakhid  Abdul Wakhid
    Anggota

    terima kasih atas jawaban dari dr...semoga dapat membantu dalam penyembuhan penyakit saya. nb: saya dari kecil tdk pernah merokok ,dok...... pengobatan tb kemarin tuntas 9 bulan ,tdk pernah putus.

  • Apakah informasi ini bermanfaat untuk anda? Iya atau Tidak

    Terima kasih atas masukan anda.