Tanya Dokter

  • bau yang menyengat pada vagina

  •  Athun Azzahra
    Anggota

    ☆º°˚˚ƍöôϑ<3möЯηīĬηģº°˚☆ dok,,z mw tnya dok,,vagina z tiba mengeluarkan cairan putih atw mgkin yg dnmakan keputihan,tp brbau dok,,baunya sngat mnyangat mmbuat z tdk nyaman n suami z Ĵчğå mngeluh mgkn krna baunya yg trlalu menyangat dok...mohon bantuannya dok z harap,˚♥♍∂ƙ∂§îîîîîĦ♥˚

    Hai, Keputihan merupakan hal yang sering dialami dan dikeluhkan oleh wanita. Keputihan dapat disebabkan karena adanya faktor normal dari tubuh maupun suatu sebab yang abnormal. Keputihan yang normal umumnya tidak berbau, tidak berwarna dan tidak menyebabkan gatal ataupun rasa perih pada bagian kewanitaan, Keputihan yang normal biasanya terjadi di sekitar waktu menstruasi dan saat hamil. Jika Anda mengalami keputihan selainyang disebutkan diatas, maka mungkin ada penyebab yang mendaasarinya, seperti :

    1. infeksi jamur - biasanya keputihan berwarna putih susu, gatal, dan tidak berbau
    2. infeksi trichomoniasis - biasanya cairan keputihan berwarna kuning kehijauan dan berbau amis
    3. infeksi bakteri vaginosis - cairan biasanya berwarna putih abu-abu dan berbau amis
    4. infeksi herpes genital - biasanya keputihan disertai dengan adanya bentol-bentol di sekitar kemaluan
    5. kanker serviks ataupun rahim
    6. dan lainnya
    Untuk mengetahui secara pasti apa yang menyebabkan keputihan yang Anda alami, maka dibutuhkan adanya pemeriksaan secara langsung oleh dokter. Dokter perlu untuk melakukan pemeriksaan lab terhadap cairan keputihan Anda dan mungkin beberapa pemeriksaan penunjang medis lain, seperti lab darah. Pengobatan yang diberikan untuk mengatasi keputihan tersebut akan berbeda-beda tergantung dari apa yang menjadi penyebabnya. Berikut merupakan beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk membantu mengatasi keputihan :
    • bersihkan daerah kewanitaan dengan air hangat tanpa produk perawatan apapun
    • jangan terlalu sering menggunakan produk-produk untuk daerah kewanitaan
    • cegah agar daerah kewanitaan tidak lengkap dengan cara - segera mengganti pakaian dalam jika basah, jangan terlalu sering menggukana pantyliner
    • gunakan pakaian dalam berbahan katun
    • jangan kenakan pakaian dalam / celana yang terlalu ketat
      Semoga membantu, Dian Paramitasari, dr.