Tanya Dokter

  • benjolan di leher

  •  Sri tukini
    Anggota

    Malam dokter.saya ibu sri tinggal disby.begini dokter saya merasa sedih ini ttg suami saya.dari kecil suami saya ada benjolan di leher .stlh nikah 10 thn benjolan itu membesar.dan badan suami saya puaanas sdh mingguan.usia suami saya 47 .saya bingung apakah segera operasi? Knp badan suami panas apakah infeksi.apakah benjolan mempengarui kesuburan mengingat saya juga blm dikasih keturunan dr.kmrn sdh 1 th sdh dioperasi varokekel.hasil lab suami saya asteno .mohon berkenan memberikan jawaban atas pertanyaan saya dokter ?trimakasih

    Hai, Benjolan yang terdapat di leher mungkin bisa terkait, mungkin juga bisa tidak terkait dengan gejala lain yang dialami seperti panas badan. Adapun penyebabnya, harus dicari terlebih dahulu dengan memeriksakan suami Anda ke Dokter untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap, misalnya pemeriksaan darah, pemeriksaan USG, pemeriksaan foto Roentgen dada, dan pemeriksaan biopsi bila dirasa perlu. Adapun penyebab dari benjolan di leher dapat bermacam-macam, mulai dari yang sederhana sampai yang berbahaya. Penyebab benjolan leher antara lain:

    • Gangguan kelenjar gondok / tiroid
    • Kelenjar Getah Bening
    • Kista (yaitu sejenis kantung berisi cairan), kista ini juga dapat terinfeksi, menimbulkan abses (yaitu cairan tersebut kini menjadi nanah, menyebabkan nyeri, pembengkakan, dan demam tubuh)
    • Gangguan kelenjar liur, misalnya infeksi, batu saluran liur
    • Lipoma
    • Kista sebasea (yaitu tersumbatnya kelenjar minyak di kulit, sehingga membentuk kantong berisi minyak tepat di bawah kulit)
    • Keganasan, baik dari kelenjar getah bening itu sendiri, atau penyebaran dari organ lain di daerah kepala / leher
    • dan lain-lain
    Secara umum, penyebab benjolan di leher paling sering ialah Kelenjar Getah Bening karena suatu proses infeksi. Namun, seiring bertambahnya usia, penyebab benjolan ini dapat menjadi berbahaya, misalnya keganasan. Oleh sebab itu, sebelum kemungkinan keganasan dapat disingkirkan, seyogianya proses investigasi mencari penyebab benjolan terus dilakukan. Asthenospermia / asthenozoospermia adalah istilah yang dipakai untuk mendeskripsikan jumlah sperma yang bergerak adalah < 50%. Normalnya, jumlah sperma yang bergerak adalah > 50%. Akibatnya, terjadi gangguan kesuburan pada pria. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, selain varikokel, misalnya: infeksi, penyakit menular seksual, cacat bawaan, riwayat terpukul, riwayat pembedahan, penyakit genetik, dan sebagainya, namun banyak juga penyebabnya idiopatik (yaitu tidak diketahui hingga saat ini). Penanganan kasus asthenospermia tidaklah mudah, dan sering pasien dikecewakan dari hasil pengobatan dan pemeriksaan yang juga tidak murah. Adapun beberapa usaha untuk mengatasi asthenospermia meliputi:
    1. Pengobatan medis, meliputi obat klomifen, hormon, dan sebagainya
    2. Pengobatan bedah, salah satunya memperbaiki varikokel
    3. Usaha pembuahan dengan bantuan medis (inseminasi buatan). Saat ini, teknologi kedokteran telah sedemikian maju, sehingga keberhasilan teknik ini juga semakin meningkat. Namun perlu diketahui juga, semakin bertambahnya usia pasangan, tingkat keberhasilan juga semakin berkurang.
    Sekian, semoga bermanfaat. dr. Radius Kusuma