Tanya Dokter

  • Penyebab benjolan di leher

  • Selamat siang dok, saya mau bertanya. Saya mahasiswi umur 20 tahun. Jadi tunangan saya memiliki benjolan di leher, setelah di rongsen dan usg hasilnya normal aja ga ada penyakit apapun. Tapi harus dioperasi benjolan nya biar ketahuan mengidap penyakit apa, soalnya dia tidak batuk. Terus benjolan nya juga masih kecil. Yang mau saya tanyakan, apakah jika itu kelenjar, itu bisa menular melalui ciuman bibir atau lidah atau minum di tempat yang sama?

    Halo Widya, terima kasih untuk pertanyaannya.

    Benjolan atau disebut juga tumor (dalam istilah kedokteran) dapat timbul dilokasi manapun pada tubuh. Benjolan di daerah leher atau sekitarnya, umumnya jarang yang berbahaya. Namun, jika benjolan tersebut semakin membesar atau tidak menghilang maka diperlukan pemeriksaan lebih lanjut. Beberapa kondisi yang dapat menimbulkan benjolan di leher, diantaranya:

    • Pembengkakan kelenjar getah bening, biasanya benjolan timbul saat terjadi infeksi
    • Pembesaran kelenjar tiroid/gondok
    • Tumor jinak, seperti lipoma atau kista
    • Batu pada kelenjar ludah yang menyebabkan kelenjar ludah tersumbat
    • Pembengkakan kelenjar ludah, jika terinfeksi oleh virus gondongan/mumps
    • Kanker
    • Skin tag atau pertumbuhan kulit berlebih

     

    Benjolan yang dialami tunangan Widya kemungkinan merupakan pembengkakan kelenjar getah bening (limfadenitis/limfadenopati). Pembengkakan terjadi ketika tubuh mengalami infeksi, seperti infeksi tenggorokan, infeksi gigi, pilek, campak, tuberkulosis, lupus (autoimun), dan sifilis. Jika infeksi tersebut diobati, umumnya benjolan dapat kempes dengan sendirinya.

    Jika benar benjolan tersebut adalah pembengkakan kelenjar getah bening, maka benjolan tersebut tentu tidak menular ke orang lain. Benjolan yang disebabkan oleh kelenjar tiroid atau kelenjar ludah juga tidak menular. Namun, penyebab infeksi yang memicu timbulnya benjolan (seperti virus atau bakteri) mungkin saja menular baik melalui kontak secara langsung/tidak dan jika menular, gejalanya belum tentu akan menimbulkan benjolan yang sama pada Anda (contohnya jika pasangan Anda sakit tenggorokan maka mungkin saja Anda juga akan terkena hal yang sama (tetapi benjolan di leher bisa tidak timbul)). Oleh karena itu, jika Widya tahu pasangan Anda sedang tidak sehat/terinfeksi, sebaiknya membatasi diri untuk melakukan kontak yang terlalu erat sebelum pengobatan selesai.

    Berdasarkan hal tersebut, sebaiknya Widya dan pasangan tetap berkonsultasi dengan dokter untuk penanganan lebih lanjut. Dokter akan memberikan informasi dan penanganan yang sesuai berdasarkan pemeriksaan yang telah dilakukan.

    Artikel mengenai benjolan di leher dapat dibaca sebagai tambahan.

    Sekian, semoga membantu.

    dr. Sonia L