Tanya Dokter

  • Benjolan di dinding vagina sebelah kiri

  •  Yanti Ths
    Anggota

    Dear Dokter..

    Saya berusia 41th, memiliki 3 orng anak, yang paling besar berusia 21thn dan yg paling kecil berusia 8 thn, sebelumnya sy KB spiral 5 thn (Pakai Nova T) dan baru hari ini saya lepas KB Spiralnya. pada saat pelepasan KB Spiral, bidan bilang kalau ada benjolan sebesar telor puyuh di dinding vagina sebelah kiri.

    pada saat ditekan, sy tidak merasakan sakit, sebelumnya juga pernah ada benjolan berisi cairan sebesar telor puyuh di dinding vagina (lupa, kiri atau kanan) dan pernah dilakukan penyedotan cairan tersebut.

    yang mau saya tanyakan,

    1. kenapa bisa ada kembali benjolan sebesar telor puyuh tersebut ? (sy juga kurang pasti, apakah sama benjolannya dg yg dulu)

    2. Berbahayakan benjolan tersebut ?

    3. Apakah benjolan tersbut cuma kelenjar saja ?

    4. terjadinya benjolan tersbut, apakah karena waktu melahirkan yang hasil jahitnya kurang rapat, ketika pada saat berhubungan ada cairan yg masuk kedalam bekas jahitan tsb sehingga menyebabkan benjolan berisi cairan pada dinding vagina ?

    Mohon solusinya ya dokter..

    Sebelumnya saya ucapkan terima kasih banyak.

    Salam

    Yanti

     

     

     

     

    Selamat siang bu Yanti

    Di daerah dinding vagina, banyak sekali bagian-bagian tubuh yang ada di sana. Mulai dari dinding vagina itu sendiri, otot, kelenjar, pembuluh darah dan lain sebagainya. Benjolan yang timbul di sanapun juga dapat berasal dari berbagai macam hal tersebut.

    Jika dulu anda pernah mengalami benjolan dan di lakukan penyedotan, bisa jadi dulu merupakan sebuah kista, yaitu suatu benjolan yang berisi cairan.

    Namun apakah benjolan yang saat ini sama atau tidak dengan yang dulu? Jawabannya belum tentu di karenakan banyaknya struktur organ yang ada di sana yang memungkinkan jadi penyebab.

    Masih banyak kemungkinan dari benjolan tersebut, beberapa di antara adalah:

    • Kista Bartholin
    • Kista Gartner
    • Tumor jaringan lunak
    • Abses, dan lain sebagainya

     

    Bahaya atau tidaknya, hal itu harus di evaluasi lebih lanjut oleh dokter agar di ketahui keadaan benjolan tersebut. Nantinya selain di tanyakan riwayatnya, dokter akan memeriksa benjolan tersebut mulai dari melihat sampai dengan meraba benjolan tersebut. Jika memang di perlukan, bisa jadi dokter juga akan melakukan pemeriksaan tambahan seperti USG, biopsi atau mungkin CT scan.

    Apakah karena jahitan yang kurang rapat? Hal tersebut belum pernah di sebutkan sebagai salah satu faktor resiko. Sebagai contoh beberapa hal yang mempengaruhi terjadinya kista bartholin adalah sumbatan, infeksi atau peradangan pada kelenjar bartholin.

    Mengingat ada kemungkinan benjolan tersebut bisa merupakan hal yang berbahaya, maka kami sarankan ibu untuk periksa ke dokter, utamanya dokter kandungan.

    Semoga membantu