Tanya Dokter

  • Benjolan di leher tak kunjung hilang

  •  Suci prasebia
    Anggota
    Siang dok. Sekitar 4 tahun yang lalu saya tumbuh 2 benjolan dileher dan dokter menyuruh saya membiopsi salah satu benjolan dileher untuk mengetahui penyebab benjolan tersebut. Hasilnya benjolan tersebut adalah kelenjar tbc dan saya rutin minum obat selama 9 bulan. Terakhir saya disuruh cek darah dan dokter menyatakan saya telah sembuh dari virus tbc. Tapi benjolan yang satu lagi dibiarkan dan tidak perlu dibiopsi kata dokternya, tapi sampai sekarang benjolan tersebut tidak hilang walaupun ukurannya jga tidak berkembang biak. Apakah benjolan tersebut tidak berbahaya dok ? Terimakasih atas perhatiannya dok

    Hai,

    Benjolan di daerah leher bisa disebabkan oleh:

    • Pembengkakan kelenjar getah bening
    • Tumor jinak jaringan kulit, mis. lipoma, kista ateroma
    • Tumor jinak dari pembuluh darah -- hemangioma
    • Tumor dari kelenjar ludah
    • Tumor dari kelenjar tiroid
    • Kista sisa jaringan masa mudigah/embrional, mis. kista celah brankial
    • Tonjolan tulang (temuan normal)

    Pada kebanyakan kasus, benjolan di daerah leher disebabkan oleh pembengkakan kelenjar getah bening. Kelenjar ini merupakan salah satu komponen daya tahan tubuh yang berfungsi sebagai markas sel darah putih. Apabila terdapat infeksi (terutama area sekitar), kelenjar ini bisa membesar sebagai respons perlawanan. Kelenjar yang membesar umumnya akan menyusut kembali setelah infeksi penyebabnya sudah teratasi, biasanya dalam 1 bulan.

    Benjolan yang masih tetap besar sebaiknya diperiksakan ke Dokter / Ahli Bedah (Sp. B) untuk menyingkirkan kemungkinan keganasan. Mungkin diperlukan pemeriksaan darah, USG sampai biopsi ulang (pemeriksaan sampel jaringan) untuk menunjang diagnosis. Sementara waktu, benjolan sebaiknya jangan terlalu sering dipegang karena dikhawatirkan dapat membuatnya semakin besar. Jaga juga kebersihan kulit di sekitar area benjolan.

    Baca juga artikel waspadai benjolan di leher

    Sekian, semoga bermanfaat.

    dr. Radius Kusuma