Tanya Dokter

  • Berhubungan intim tidak keluar darah saat malam pertama.

  •  Anita Paulina
    Anggota
    Dok saya mau tanya.. saya ini pasangan baru menikah, pada saat malam pertama saya tidak mengeluarkan darah dan suami saya curiga kalo saya tidak perawan, lalu saya tidak merasakan kepuasan yg diberikan oleh suami saya, malah saat keluar air manipun saya tidak merasakan apa2, mohon jawabannya ya dok terimakasih 😊

    Halo, Anita. Keperawanan sering kali dijadikan tolak ukur atas “berharga” atau tidaknya seorang wanita itu sendiri. Terlebih, jika sehabis menikah, lalu berhubungan seks dan tidak berdarah di malam pertama, lalu menandakan bahwa wanita tersebut sudah tidak perawan. Hal ini merupakan pemikiran yang tidak baik. Keperawanan tidak ditentukan oleh ada tidaknya darah yang keluar pada saat pertama kali berhubungan, karena kondisi selaput darah setiap wanita berbeda-beda. Hal tersebut disebabkan oleh :

    • Bentuk dari selaput dara wanita bervariasi bentuknya, ada yang memang bentuknya memiliki diameter yang besar, kecil, dan tergantung lokasinya, sehingga saat terjadi peneterasi belum tentu selalu terjadi robekan.
    • Tingkat elastisitas, pada wanita yang mempunyai selaput dara lebih elastis tentunya tidak akan terjadi robekan ketika terjadi penetrasi/hubungan badan, berbeda dengan wanita yang selaput daranya kurang elastis sehingga ketika terjadi penetrasi akan terjadi robekan sehingga akhirnya berdarah
    • Selaput dara sudah mengalami robekan namun bukan akibat hubungan seksual, misalnya karena ada trauma/cedera saat olahraga, akibat dudukan sepeda, terjatuh, dsb atau juga karena masturbasi

    Maka itulah perawan atau tidaknya tidak dapat ditentukan oleh adanya darah saat hubungan intim pertama kali. Sebaiknya Anda jelaskan kepada suami Anda dengan lengkap Agar tidak terjadi kesalahpahaman yang akhirnya justru menganggu keharmonisan rumah tangga Anda sendiri. Nyeri dan darah yang keluar di daerah vagina juga bisa muncul saat cairan lubrikasi tidak keluar. Wanita yang tidak mengeluarkan cairan lubrikasi tersebut, bisa disebabkan karena stress dan tegang. Cairan lubrikasi pada wanita hanya akan keluar jika ia merasa terangsang, tapi jika ia sedang stres atau tegang, cairan vagina yaitu darah atau cairan bening tersebut tidak akan keluar. Setiap orang memiliki titik kepuasan yang unik dan berbeda-beda. Karenanya, tidak bisa disamaratakan berapa lama waktu yang diperlukan untuk memuaskan nafsu seseorang. Pada wanita, umumnya orgasme terjadi lebih lambat dibanding pria. Namun, sekalinya mencapai orgasme, maka ia bisa bertahan jauh lebih lama dibanding pria. Ada beberapa ciri wanita mengalami orgasme yang bisa Anda amati, yakni:

     

    • Peningkatan frekuensi detak jantung, tekanan darah, dan pernapasan
    • Payudara mengeras dan menegang
    • Kontraksi otot sekitar organ intim (pasangan umumnya akan merasakan dinding vagina yang berdenyut)
    • Tindakan refleks (misalnya, kejang otot di beberapa bagian tubuh, munculnya gerak tubuh tertentu, hingga mengeluarkan suara tanpa disadari)
    • Tubuh menjadi rileks (munculnya perasaan romantisme terhadap pasangannya, misalnya dengan memeluk atau bercengkrama)
    • Keluarnya pelumas vagina

     

    Sebaiknya komunikasikan kembali dengan pasangan Anda untuk mengeksplorasi titik-titik kepuasan seksual pasangan untuk membantu memuaskan hasrat seksualnya.

    Semoga Bermanfaat

    dr. Eni Yulvia S