Tanya Dokter

  • Keluar cairan dari vagina setelah berhubungan saat hamil

  • Halo dokter.. Saya punya masalah nih.. Dengan cairan yang keluar ketika berhubungan dengan suami saat hamil.. Seperti keputihan dan bau nya tidak sedap.. Kira kira itu kenapa yah Dok ???

    Halo imelda tamy olanti,

    cairan yang keluar dari vagina setelah berhubungan saat hamil dan ciri-cirinya berbeda dari keputihan normal (bening/putih, tidak berbau/bau tidak tajam, kental/cair tetapi tidak menggumpal, tidak membuat gatal),  ada dua kemungkinan, yang pertama keputihan yang abnormal atau cairan ketuban. Keputihan akibat infeksi saat hamil tidak boleh dibiarkan karena dapat menyebabkan komplikasi pada janin, seperti lahir prematur, penyebaran infeksi ke dalam kandungan, dsb. Keputihan yang abnormal paling sering disebabkan oleh infeksi, seperti:

    • bacterial vaginosis, cirinya adalah keputihan berbau amis, kental, warna keabu-abuan
    • trikomoniasisditandai dengan cairan hijau, berbau, gatal, kemerahan pada mulut vagina
    • kandidiasiskeputihan lebih kental, putih kekuningan, konsistensi seperti keju lunak, dan umumnya sangat gatal
    • infeksi gonore/chlamydia, dapat disertai nyeri pada tulang panggul, nyeri berkemih
    • radang panggul , disertai nyeri perut bawah, nyeri berkemih, dan nyeri saat berhubungan
    • kanker serviks, akibat infeksi HPV, ciri keputihan dapat bervariasi antar wanita, namun umumnya berupa warna kecokelatan, disertai darah (dan perdarahan di luar menstruasi), dan berbau

    Sedangkan rembesan cairan ketuban biasanya seperti air dan tidak berbau, kecuali air ketuban yang sudah bercampur dengan meconium (BAB janin) di mana warnanya keruh atau kehijauan, yang merupakan tanda gawat janin. rembesan ketuban paling sering terjadi di trimester ketiga kehamilan dan merupakan salah satu tanda-tanda persalinan.

    Untuk memastikan apakah keluhan anda merupakan salah satu kondisi di atas, sebaiknya berkonsultasi langsung dengan dokter kandungan agar dapat diperiksa secara menyeluruh termasuk memeriksa kehamilan, sehingga dapat ditangani secepatnya bila memang terdapat kelainan. Penanganan tentunya akan disesuaikan dengan hasil diagnosis dokter, misalnya bila terbukti infeksi bakteri/jamur maka akan diberikan antibiotik yang harus dikonsumsi dalam jangka waktu tertentu.

    Anjuran lain yang perlu anda perhatikan:

    • Pantau gerak janin (apakah berkurang atau tetap aktif)
    • Jaga kebersihan vagina. Ganti celana dalam minimal 2 kali sehari, gunakan bahan yang menyerap keringat seperti katun dan tidak terlalu ketat, hindari penggunaan panty liner bila tidak perlu
    • Beberapa penyebab infeksi pada keputihan adalah bagian dari penyakit menular seksual (PMS). Untuk sementara hindari berhubungan seksual sebelum berkonsultasi dengan dokter
    • Bila pasangan memiliki gejala pada alat genitalia atau memiliki riwayat berhubungan seksual dengan lebih dari 1 pasangan, disarankan untuk memeriksakan diri juga ke dokter.
    • konsumsi makanan bergizi dan minum air yang cukup.

    Anda juga dapat membaca artikel terkait: keputihan

    Semoga informasi ini bermanfaat.

    Salam, dr.Delvira