Tanya Dokter

  • bintik-bintik merah di kulit kepala.

  • sore dok,sy punya rambut rontok sdh sejak lama,dan sudah mulai menipis.apakah ini bisa di sebabkan karna bintik merah di kulit kepala dok? mksh.

    Halo, Rambut yang rontok tidak dapat dipastikan berkaitan atau tidak dengan bintik-bintik merah di kepala. Jika bintik-bintik merah di kulit kepala disebabkan oleh infeksi jamur, rambut rontok dan bintik merah bisa berhubungan. Rambut memiliki siklusnya sendiri, mulai dari pertumbuhan, siklus istirahat hingga rontok untuk digantikan dengan rambut yang baru. Pada umumnya, setiap orang dapat mengalami kerontokan rambut sekitar 100 helai per hari, dan masih dianggap normal. Normal atau tidaknya rambut rontok Anda bergantung juga pada usia Anda, seiring usia maka laki-laki dapat mengalami penipisan rambut dekat kening dan terpengaruh juga oleh faktor keturunan. Penyebab kerontokan rambut lainnya adalah:

    • efek obat-obatan, misalnya antidepresan, obat tekanan darah, pil KB,dll
    • infeksi berat
    • gangguan tiroid
    • stres berat
    • infeksi jamur
    • penyakit autoimun, misalnya lupus
    • terpajan bahan-bahan kimia
    • kehamilan dan melahirkan
    Penanganan rambut rontok dilakukan dengan mengatasi penyakit yang mendasarinya jika ditemukan. Perawatan lain seperti laser, tanam rambut dapat dilakukan jika ada indikasi. Adanya bintik-bintik merah di kulit kepala dapat disebabkan oleh: Konsultasikan keluhan Anda dengan dokter kulit agar diketahui dengan jelas penyebab bintik merah di kulit kepala dan kerontokan tersebut. Dokter akan memerika daerah kepala Anda, melakukan pemeriksaan darah dan kerokan kulit jika dibutuhkan. Sebaiknya Anda:
    • menggunakan sisir rambut bergigi jarang
    • hindari menarik rambut terlalu keras saat keramas
    • menghindari penggunaan shampo terlalu keras
    • hindari penggunaan pengering rambut yang terlalu panas
    • makan-makanan bergizi tinggi
    Artikel mengenai kerontokan rambut dibahas dengan lengkap pada link ini: Kerontokan rambut Ruam kulit Semoga menjadi jelas, dr.Miranti Iskandar