Tanya Dokter

  • kategori gangguan kesehatan mental

  •  ribkastel
    Anggota

    halo dok, umur saya 23 tahun. gejala ini saya sadari sekitar 2 tahun lalu. hampir setiap malam saya merasa pusing, mudah lelah (padahal tidak melakukan pekerjaan yg berat), emosi saya sangat tidak stabil. saya sangat mudah tersinggung dan kalau emosi saya bener2 keluar saya tidak bisa mengontrolnya, seperti ingin melukai seseorang atau melemparkan barang2 yg ada didekat saya. tidur tidak teratur (terkadang susah tidur, terkadang saya ingin tidur terus, terkadang kalau sudah tidur mudah terbangun). contohnya, dalam beberapa hari ini (sebelumnya pernah terjadi jg) saya selalu terbangun tengah malem atau subuh, untuk sekian menit saya merasa pikiran saya kosong, lalu saya tiba2 menangis dan merasa sangat sedih dan sakit secara emosional, tapi dalam hitungan menit saja emosi saya bisa berubah tiba2 krna suatu hal, saya bisa ketawa tiba2 lalu merasa sedih lg secara tiba2 jg. saya sering memikirkan hal-hal yg seharusnya tidak penting atau tidak perlu saya pikirkan. saya jg sering ngomong dengan diri sendiri. saya juga sering merasa kesepian, merasa tidak ada yg peduli, tidak dihargai, merasa sangat mengenal oranglain, dan selalu berpikir negatif terhadap orang lain terutama orang2 yg bisa dikatakan seharusnya berhubungan dekat dengan saya. selain itu dalam berhubungan dgn pasangan saya, dalam hitungan menit atau jam perasaan saya bisa berubah2 sehingga saya tidak bisa menjalin suatu hubungan yg lama. saya jg sangat sering berpikir untuk bunuh diri (tapi tidak saya lakukan karna saya masih takut). di lain waktu, saya bisa merasa sangat bahagia hingga orang sekitar saya mengatakan saya sangat rese, bawel, dll. saya juga susah mengungkapkan perasaan yg saya rasakan. apakah itu depresi biasa dok? atau gangguan mental lainnya?

    Halo,

    Ada berbagai macam jenis kategori gangguan kesehatan mental, seperti:

    • Gngguan kecemasan, dimana seseorang yang mengalami gangguan kecemasan merespon obyek atau situasi tertentu dengan perasaan ketakutan, panik, berkeringat, dan detak jantung menjadi lebih cepat
    • Gangguan kepribadian, umumnya memiliki karakter yang ekstrem dan kaku yang cenderung tidak sesuai dengan kebiasaan bermasyarakat. Dibagi menjadi tiga kelompok:
      • Gangguan kepribadian kelompok A:  biasanya ditandai dengan gejala pemikiran dan perilaku yang aneh, seperti
        • Gangguan kepribadian skizotipal, memiliki ciri tingkah laku yang aneh, cara bicara mereka yang tidak wajar, terlihat cemas atau tidak nyaman dalam situasi sosial
        • Gangguan kepribadian skizoid,  memiliki ciri utama sifat yang dingin, sukar menikmati momen apa pun, tidak bergeming saat dikritik atau dipuji, dan tidak tertarik menjalin hubungan pertemanan dengan siapa pun, bahkan dengan lawan jenis. 
        • Gangguan kepribadian paranoid, memiliki ciri kecurigaan dan ketidakpercayaan terhadap orang lain secara berlebihan (bahkan pada orang terdekat), selalu takut bahwa orang lain akan memanipulasi atau merugikan mereka, dan mereka takut pasangan mereka akan berkhianat.
      • Gangguan kepribadian Kelompok B: pola pikir dan perilaku yang tidak bisa diprediksi, serta emosi yang berlebihan dan dramatis. Misalnya:
        • Gangguan kepribadian borderline, biasanya memiliki dorongan untuk menyakiti diri sendiri dan tidak stabil secara emosi
        • Gangguan kepribadian antisosial
        • Gangguan kepribadian narsisistik
      • Gangguan kepribadian kelompok C
    • Gangguan mood
    • Gangguan psikosis
    • Gangguan pola makan

    Untuk melakukan diagnosis terhadap seseorang yang menderita gangguan kepribadian atau kesehatan mental, diperlukan pemeriksaan secara mendalam oleh ahli (psikolog atau psikiater). Psikolog atau psikiater akan melakukan tes kepribadian, wawancara autoanamesa dan aloanamesa, pemeriksaan riwayat kesehatan, dan tes-tes lain yang dapat menegakkan diagnosis. 

    Di dalam kasus Anda, ada baiknya Anda meminta bantuan ahli tersebut sehingga penanganan dan perawatan yang dilakukan dapat sesuai dengan kebutuhan serta kondisi Anda. Hal yang paling penting adalah tetap berpikiran positif serta menjalani kehidupan dengan gaya hidup sehat. Jangan merasa takut untuk meminta bantuan ataupun mengobrol dengan orang yang Anda percaya. Carilah psikolog atau psikiater yang membuat Anda merasa nyaman karena perawatan akan membutuhkan waktu lama dan juga konsistensi Anda di dalam menjalankannya.

    Baca artikel berikut: Sebelum-memilih-psikiater-baca-dulu-panduannya-di-sini

    Semoga membantu,

    dr. Theresia