Tanya Dokter

  • Bisakah gondok mengecil atau hilang?

  •  Theresia
    Anggota

    Selamat sore.. mohon advise dokter dari hasil test.. apakah gondok ini beracun dan perlukah operasi ?, karena saya takut, dan banyak cerita yang terjadi setelah operasi suara akan berubah bahkan ada yang hilang suara.

    test fungsi thyroid : hTSH : 0.507 range : 0.35 - 4.94 Free T3 : 4.81 range : 2.63 - 5.70 Free T4 (ng/dl) : 1.10 range : 0.7 - 1.48 Free T4 (pmol/L) : 14.16 range : 9.01 - 19.05

    hasil radiologi : Beberapa iso untuk nodul hypoechoic di kedua lobus kanan dan kiri kelenjar tiroid. Ukurannya kira-kira 10-33 mm masing-masing diameter, dengan salah satu terbesar di lobus kiri, tidak ada perpanjangan retrosternal

    Kesan : gondok multinodular

    Dan apakah ini semua bisa mengecil atau hilang.. Apakah ada makanan yang dilarang untuk menghambat agar tidak bertambah besar,

    saya tunggu advise dari dokter, terimakasih.. ^^,

    Theresia  dr. Lina Saleh
    Dokter

    Selamat Malam, dari hasil pemeriksan laboratorium tersebut, dapat dikatakan fungsi kelenjar tiroid Anda masih dalam batas normal, sehingga gondok yang Anda alami merupakan tipe non-toksik. Dan dari Hasil Rasiologi isotop dikatakan bahwa tipe gondok adalah multinodular, yang mana sebagian besar nya adalah tipe jinak. Namun untuk kepastian diperlukan pemeriksaan lebih lanjut yaitu biopsi jaringan (Fine Needle Aspiration Biopsi). Operasi dilakukan jika gondok mengandung sel kanker, atau gondok semakin bertambah besar, atau mulai menimbulkan gangguan  bernapas atau menelan. Jika Gondok termasuk dalam kondisi jinak dan tidak mengganggu, maka tidak diperlukan pengobatan ataupun operasi, Namun dilakukan pemantauan berkala setiap 6 bulan hingga 1 tahun, untuk melihat apakah ada pmebesaran atau perkembangan menjadi sel-sel kanker. Untuk pola makan tidak ada larangan spesifik, sebaiknya anda mengkonsumsi makanan sehat yang tidak mengandung pengawet atau bahan-bahan kimia berbahaya, kurangi makanan yang dibakar atau diasinkan. Gondok adalah istilah untuk pembengkakan atau pembesaran kelenjar tiroid (sering disebut Goiter). Pembesaran tiroid dapat terjadi keseluruhan (difus, rata) atau teraba berbenjol-benjol (multinodul). Gondok dapat disebabkan oleh : - produksi hormon tiroid berlebihan (hipertiroid) - produksi hormon tiroid kurang atau dibawah normal (hipotiroid) - kekurangan iodine sebagai sumber utama pembentukan hormon tiroid. - peradangan atau infeksi pada kelenjar tiroid - kanker tiroid - nodul tiroid Untuk mengetahui dengan jelas tipe gondok, maka selain tentunya dilakukan pemeriksaan fisik oleh dokter, juga dilakukan pemeriksaan penunjang yaitu pemeriksaan kadar hormon tiroid melalui darah (TSH, T4, T3), pemeriksaan USG, biopsi jaringan, dan atau pemeriksaan radiologi dengan isotop. Pada pemeriksaan dengan hasil hormon tidak normal dikatakan tipe toksik, sedangkan hasil normal merupakan tipe gondok non toksik. Pada tipe nontoksik goiter, pasien biasanya tidak merasakan keluhan apapun, atau keluhan berupa adanya benjolan kecil di daerah kelenjar tiroid, bahkan biasanya benjolan tiroid terdeteksi secara tidak sengaja pada saat pemeriksaan fisik oleh dokter. Pemeriksaan USG dibutuhkan untuk identifikasi bentuk, ukuran, lokasi, konsistensi dari nodul, namun pemeriksaan ini tidak dapat membedakan jinak atau ganas. Pemeriksaan radiologi isotop dapat mengarahkan kecurigaan apakah nodul jinak atau ganas. disebut hipoechoic karena warna nodul lebih lemah dari jaringan sekitarnya, hipoekoik sering dikatikan dengan sel-sel kanker sedangkan disebut hiperekoik jika warna nodul lebih kuat dibanding jaringan sekitarnya, dan dikaitkan dengan nodul jinak. Namun demikian nodul dengan tampilan hipoechoic belum tentu merupakan kanker, karena sebagian besar nodul adalah jinak. Maka untuk memastikan lebih lanjut diperlukan pemeriksaan Biopsi jaringan (fine needle aspiration biopsi). dilakukan dengan mengambil sedikit jaringan dari benjolan (dengan cara ditusuk dengan jarum halus, diberikan obat bius lokal terlebih dahulu) dan kemudian jaringan diperiksa dibawah mikroskop untuk melihat apakah mengandung sel-sel kanker atau tidak. Jika setelah pemeriksaan tersebut diatas, didapat hasil berupa nodul jinak, dan Anda tidak merasakan ada gejala, maka tidak diperlukan pengobatan ataupun operasi. Namun memerlukan pemantauan secara berkala setiap 6 bulan-1 tahun sekali untuk memeriksa apakah benjolan bertambah besar atau tidak. jika benjolan menetap dan tidak membesar serta tidak menimbulkan gangguan bernapas ataupun menelan, maka tidak diperlukan tindakan operasi. Sekian informasi yang dapat saya berikan, semoga dapat membantu. Selengkapnya mengenai penyakit gondok dapat anda baca disini.

    Theresia  Theresia
    Anggota

    terimakasih atas jawaban dan infonya dr. Lina Saleh. sebaiknya ntuk kontrol penyakit gondok ini ke specialist apa dok.. ? sebelumnya saya ke THT apa benar, karena ada juga yang lain menyarankan ke specialist penyakit dalam.. bingung.. :(

    Theresia  dr. Lina Saleh
    Dokter

    Selamat Sore, Untuk kontrol penyakit Gondok atau Tiroid, dapat anda lakukan baik di spesialis penyakit dalam, Bedah aupun THT. Penyakit Gondok termasuk dalam kategori benjolan (dalam istilah medis setiap benjolan disebut tumor) maka Anda bisa mendatangi bagian Bedah onkologi atau bagian THT onkologi, karena keduanya bergerak dalam bidang benjolan/tumor. Penyakit dalam juga bisa, karena Gondok merupakan bagian dari sistem endokrinologi (hormon), yang mana termasuk dalam ilmu penyakit dalam. Jadi anda boleh lakukan kontrol dimana saja, atau lebih baik jika kontrol dengan dokter yang pertama kali mendiagnosis anda, karena beliau lebih memahami situasi sejak pertama. Semoga dapat membantu.