Tanya Dokter

  • Bisul pada anak

  •  Era Eriel
    Anggota
    Selamat siang dokter. Saya mau tanya dok, anak saya kok bisulnya tidak kunjung hilang meski sudah minum antibiotik dari dokter? Dan bisulnya banyak di area kepala, serta kebanyakan baru akan tumbuh. Yang mau saya tanyakan apakah bisul bisa menyebabkan sepsis jika bisul tidak kunjung sembuh? Mengingat bisul pada anak saya berlangsung sudah lebih dari 2 minggu.Haruskah saya konsultasi dan berobat ke DSA lagi yang pastinya diberi antibiotik lagi. Amankah penggunaan antibiotik jangka panjang?

    Halo Era, terima kasih untuk pertanyaannya.

    Perlu untuk diketahui, bisul merupakan benjolan pada kulit yang terasa sakit dan berisi nanah. Bisul terjadi karena adanya reaksi radang tubuh terhadap infeksi bakteri. Bisul umumnya timbul pada daerah yang berambut, berkeringat, dan sering mengalami gesekan. Bisul dapat terjadi pada siapa saja, namun orang dengan kebersihan yang tidak terjaga, daya tahan tubuh lemah (termasuk bayi), dan pernah mengalami kerusakan kulit lebih rentan untuk terkena bisul. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan benjolan seperti bisul, diantaranya:

    • Karbunkel, bisul yang tumbuh lebih dari satu buah dilokasi yang sama
    • Furunkel, atau umum disebut sebagai bisul
    • Folikulitis, radang pada folikel (tempat keluarnya) rambut
    • Jerawat atau acne
    • Miliaria (biang keringat) yang disertai infeksi bakteri, dan lain-lain

     

    Pada sebagian besar kondisi di atas, penyebab bisul adalah adanya infeksi bakteri sehingga penggunaan antibiotik sangat diperlukan untuk penanganan kondisi ini. Antibiotik dipertimbangkan untuk diberikan secara sistemik (obat minum) apabila bisul terlalu luas/dalam, beresiko menyebar ke bagian lain tubuh, dan penyembuhan tidak memadai dengan antibiotik topikal (obat luar). Pada kasus anak Anda, bisul kemungkinan sudah termasuk karbunkel sehingga pengobatan membutuhkan waktu yang lama. Karbunkel dapat sembuh setidaknya 2-3 minggu setelah pengobatan namun bergantung juga pada keparahan bisul itu sendiri. Akan tetapi perlu diingat bahwa bakteri dari karbunkel terkadang dapat menyebar ke bagian lain tubuh. Jika menyebar ke lapisan kulit dapat menimbulkan selulitis, impetigo, atau menyebar ke tulang (osteomielitis). Penyebaran ini dapat memicu terjadinya sepsis yang menimbulkan reaksi radang pada organ tubuh lain.

    Oleh karena itu, disarankan agar Era kembali berkonsultasi dengan dokter spesialis anak untuk penanganan lebih lanjut. Dokter akan mengevaluasi kembali apakah terapi yang diberikan sudah optimal atau belum. Beberapa tips yang dapat dilakukan:

    • Hindari memencet, memecahkan, atau mengurut bisul
    • Mengompres bisul dengan air hangat, setidaknya 3 kali sehari
    • Bersihkan bisul yang pecah dengan kain kasa steril, jangan lupa untuk memberikan obat oles jika dianjurkan dokter
    • Menjaga kebersihan tangan sebelum menyentuh bisul

     

    Sekian, semoga bermanfaat.

    dr. Sonia L