Tanya Dokter

  • Cara mengatasi efek samping dari obat TBC

  •  soleh
    Anggota

    Siang dong.. Sya divonis oleh dokter di puskesmas tgl 18/8/2015 positif tbc stlah lihat rongsen dan test dahak..sya dikasih terapi obat 6bln..ttapi sblm sya ke puskesmas sya ke dokter klinik spesialis paru dinyatakan bronkitis...tgl 04/8/2015..dan memang benar ada peningkatan dri hasil minum obat 6bln..ttapi obat oat fdc itu efek nya lumayan berasa pada tubuh..dan sya seringkali mengadukan keluhan saya ke petugas medis/dokter puskesmas tsb..tpi tidak ada tanggapan/respon yg cekatan..bukanya dokter harus menerima keluhan pasien tb..??? Untuk mendapatkan hasil yg maximal dri pengobatan yg berlangsung..yg saya keluhkan sering pusing,kaki dan tangan sering kesemutan..kadang jantung berdetak cepat..dan pergelangan kaki suka bengkak kalo sore hri tpi stlh dibawa tidur mlm hri pginya normal kembali.. Yg ingin sya tanyakan..?? 1.cara mensiasati / mengurangi efek samping obat tsb..?? 2.gejala nya mirip dengan bronkitis.. Apakah sya bronkitis atau tb..?? sering pusing,klo pagi hidung serasa tersumbat seperti ingin terkena pilek/flu.. 3.apakah bisa jadi dua"nya sya tbc positif dan bronkitis jg..??sya batuk hanya pagi stlh bangun tidur saja. Dan kluar dahak pagi jga klo batuk itu jga..dahak sedikit warna putih ke kuning agak sdikit hijau tpi suka klihatan ada kotoran di dahak nya. 4.apa sya harus cek lg ke RSUD untuk memastikan sya tbc atau bronkitis atau keduanya..?? 5.apa obat tbc sama dengan obat bronkitis..??? Mohon jawaban dri alodokter yg sudah ahli dlm hal ini..trima kasih

    Halo, Terimakasih atas pertanyaanya, akan kami coba terangkan satu-persatu: Pengobatan TB Paru adalah dengan pemberian rangkaian antibiotik, yaitu isoniazid, rifampisin, pirazinamid, dan etambutol. Efek samping yang sering muncul adalah rasa mual, muntah, warna kencing yang berubah, dan ruam pada kulit. Karena efek samping itu muncul terutama disebabkan oleh metabolisme obat yang terjadi di hati maka pencegahannya adalah melalui pemberian vitamin dan suplemen protektor hati. Untuk membaca info lebih lanjut mengenai cara kerja masing-masing obat, Anda dapat membaca tautan di atas. Dari keluhan yang Anda rasakan sepertinya bukan merupakan efek samping dari obat TB dan lebih mungkin disebabkan karena peredaran darah tubuh yang tidak lancar. Hal ini bisa diatasi dengan menjaga tubuh tetap aktif dengan berolahraga rutin, istirahat yang cukup, minum air puth 2-3 liter per hari, dan menjaga pola makan sehat. Bronkitis adalah peradangan pada saluran bronkus yaitu saluran paru. Bronkitis akut biasanya disebabkan oleh virus yang sama yang menyebabkan sakit flu. Biasanya kondisi ini akan sembuh dengan sendirinya seiring imunitas tubuh yang membaik. Jika infeksi terjadi terus menerus dan menyebabkan saluran bronkus mulai menipis dan rusak hal ini bisa menyebabkan terjadinya bronkitis kronis. Sedangkan TBC paru adalah infeksi paru yang spesifik disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Pada dasarnya paru akan mencoba melindungi tubuh dengan mengeluarkan infeksi tersebut dengan cara batuk dan memproduksi dahak. Hal itu sama terjadi pada bronkitis, TBC dan infeksi paru lainnya. Maka dari itu untuk mengetahui perbedaannya dilakukan pemeriksaan penunjang yaitu ronsen foto dan pemeriksaan dahak unutk mengetahui apakah ada gambaran TBC di paru dan apakah terbukti ada kuman TBC  di dahak. Gejala tambahan yang spesifik pada TBC karena infeksinya lebih berat adalah batuk berdahak yang tidak berhenti lebih dari 3 minggu disertai demam dan menggigil, pada penderita TBC juga biasanya tampak penurunan berat badan. Karena Indonesia termasuk lokasi endemik kuman TB secara tatalaksana klinis setiap orang yang mempunyai keluhan batuk lama akan dilakukan pemeriksaan ronsen dada dan dahak. Jika memang terbukti terdapat gambaran TBC pada paru Anda disertai pemeriksaan dahak yang positif, maka Anda dinyatakan menderita TBC dan bukan bronkitis. Dari penjelasan mengenai penyebab bronkitis dan TBC dapat dilihat bahwa pengobatannya cukup berbeda. Pada TBC diperlukan rangkaian pemberian antibiotik sedangkan pada bronkitis diperlukan terapi anti peradangan. Semoga membantu, terimakasih

    soleh  Gito Abi Ghozi
    Anggota

    Dok mau tanya saya sdh rontgen hasil bercak2 dah paru normal...maka sy difonis bronchitis oleh dr umum gelarnta M.kes (mantan kpla rs umum) namun stelah 2 bln berobat masih ada dahak campur darah 1x waktu pg siang ga ada lagi....lalu ssya diberi 3 obat (2 merah & 1 putih) sudah benarkah tindakan tersebut dok??? Ato saya harus ke dokter spesialis paru...makasih dok