Tanya Dokter

  • cara melatih daya ingat dan upaya agar sunt tak tersumbat

  •  anonymous
    Anggota

    selamat malam dokter. terima kasih sebelumnya jika sudah diberikan kesempatan untuk bertanya. begini dok, sekitar 13 tahun lalu saya pernah mengalami cedera kepala berat (CKB) dan mengalami koma selama 3 bulan 3 hari sehingga tindakan yang diberikan adalah pemasangan sunt karena saya dinyatakan positif hidrasefalus. yang mau saya tanyakan. apakah pengaruh dari CKB itu tidak akan hilang terhadap daya ingat yang menurun, dan apa bila ada kiranya apa cara untuk melatih daya ingat bagi saya agar lebih baik. saran dokter agar tidak terjadi penyumbatan di sunt, saya harus bagaimana. apakah pengaruh hidrasefalus ini berakibat kemandulan. mohon jawaban dokter, lebih dan kurang saya ucapkan banyak terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan dalam forum ini.

    Halo, Gangguan yang muncul akibat cedera kepala bergantung pada keparahan cedera, lokasi terjadinya cedera, usia, dan status kesehatan pasien secara keseluruhan. Gangguan yang dapat muncul diantaranya adalah gangguan kognitif, proses sensorik, komunikasi, dan perilaku atau kesehatan mental. Waspada risiko fatal dibalik cedera kepala Gangguan saraf dan perilaku setelah terjadinya cedera kepala yang paling sering ditemui adalah gangguan psikiatri dan gangguan kognitif. Gangguan kognitif yang terjadi termasuk diantaranya adalah berikut ini:

    • Gangguan konsentrasi
    • Memori
    • Fungsi eksekutif seperti pemecahan masalah, mental, dan inisiasi.
    Rehabilitasi pada pasien dengan riwayat cedera kepala dilaksanakan sesuai dengan kondisi pasien. Terdapat berbagai macam bentuk rehabilitasi, diantaranya sebagai berikut:
    • Terapi kognitif
    • Terapi bicara/ bahasa
    • Terapi fisik
    • Terapi okupasi
    • Terapi perilaku
    Konsultasi dengan dokter ahli saraf dapat membantu Anda menentukan langkah yang paling tepat dalam menangani kondisi Anda. Pada umumnya untuk terapi rehabilitasi, dokter akan merujuk Anda kepada dokter ahli rehabilitasi medik, yang lebih berkompeten dalam menentukan program terapi seperti apa yang sesuai untuk Anda. Shunt, biasanya dipasang pada pasien dengan hidrosefalus untuk mengurangi tekanan intrakranial akibat peningkatan jumlah cairan serebrospinal (cairan otak). Sumbatan pada shunt dapat terjadi pada bagian proksimal (ujung atas), misalnya akibat kumpulan dari pleksus koroid, sel tumor, atau konsentrasi protein yang tinggi didalam cairan serebrosinal (cairan otak). Sumbatan pada bagian distal (ujung bawah) kateter dapat terjadi akibat pertumbuhan badan (apabila shunt dipasang saat masa anak-anak), penempelan dengan rongga abdomen, terutama jika terdapat infeksi ringan, kehamilan, dan dapat juga disebabkan oleh konstipasi. Berikut ini adalah beberapa komplikasi dari pemasangan shunt:
    • Sumbatan pada shunt
    • Infeksi
    • Over-drainage
    Berikut ini adalah gejala apabila terdapat gangguan fungsi pada shunt:
    • Sakit kepala
    • Muntah
    • Mengantuk
    • Terkadang sulit melihat keatas
    • Kekakuan pada leher
    • Nyeri punggung atas
    Apabila diduga terdapat gangguan fungsi shunt, dilakukan pemeriksaan berikut:
    • CT scan
    • Foto polos pada bagian yang terdapat sistem shunt
    • Pemeriksaan protein reaktif C dan sel darah putih
    • Pemeriksaan tekanan intrakranial
    Pada umumnya, perlu pengawasan yang ketat dalam waktu beberapa bulan pertama setelah operasi shunt. Setelah 6 bulan shunt jarang terinfeksi, jika tidak ada kondisi lain yang dapat menyebabkan infeksi (misalnya radang usus buntu dan diverkulitis). Jika tidak ada keluhan yang berarti, Anda dapat menjalankan aktivitas seperti biasa. Akan tetapi jika sewaktu-waktu timbul keluhan atau gejala yang mengarah kepada shunt yang mengalami gangguan, maka sebaiknya Anda kembali memeriksakan diri dan berkonsultasi langsung dengan dokter. Semoga membantu. dr. Agatha