Tanya Dokter

  • penanganan pada seseorang yang mengalami gangguan jiwa

  •  marianicky
    Anggota

    lalu bagaimanan caranya mengakali agar pasien mau diajak konsultasi karna pasien masih saja kekeuh pada pendapatnya sendiri dan malah menganggap bahwa orang lain tidak ada yang percaya dan menganggapnya gila

    Terima kasih Marianicky atas pertanyaannya.

    Pembahasan mengenai wahma sudah diberikan pada post Anda sebelumnya, karena itu saya tidak lagi membahas mengenai waham disini.

    Pada pasien dengan gangguan kejiwaan, dikenal dengan istilah tilikan. Tilikan adalah pengetahuan pasien terhadap penyakitnya. Secara mudah, tilikan dapat berupa:

    1. Pasien menyangkal kalau dirinya sakit (ini yang paling sulit)

    2. Pasien tahu kalau dirinya sakit tetapi tidak mau berobat

    3. Pasien tahu kalau dirinya sakit dan mencari pengobatan (ini yang paling baik)

    Dalam kasus Anda, berarti pasien mempunyai tilikan yang buruk (menyangkal kalau dirinya sakit). Hal ini memang akan menjadi tugas bagi keluarga dan orang terdekat untuk membujuknya berobat. Berobatnya pun bukanlah ke psikolog, melainkan ke psikiater (dokter spesialis jiwa). Psikolog berbeda dengan psikiater, meskipun keduanya mendalami bidang kejiwaan. Dalam hal penyakit, sebaiknya memang berobat ke psikiater terlebih dahulu. Sedangkan psikolog biasanya untuk berkonsultasi hal-hal yang bukan penyakit, seperti cara mendidik anak, permasalahan rumah tangga, tes bakat, dan lainnya.

    Ana dapat "membohongi" pasien dengan berkata misalnya akan melakukan konseling keluarga sehingga pasien merasa "hanya konsultasi" dan bukan hanya dia yang sakit karena perginya bersama-sama. Atau Anda juga dapat berkata kalau Anda yang sakit dan meminta pasiennya menemani Anda. Memang diperlukan "trik" untuk membawa pasien dengan tilikan yang buruk agar mau ke dokter.

    Anda pun dapat berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter yang akan Anda tuju mengenai kondisi pasien sebelum benar-benar membawa pasiennya. Mungkin dokter spesialis jiwa dapat memberikan cara-cara yang selama ini efektif terhadap pasien-pasiennya.

    Anda juga dapat membaca artikel terkait:

    Psikiater

    Demikian jawaban dari saya, semoga membantu

    dr. Andika Surya