Tanya Dokter

  • Cara Mengatasi Keputihan yang sudah lama

  •  lusia
    Anggota

    Selamat pagi dok, umur saya jalan 22 tahun,  sebelum saya mengalami menstruasi , saya sudah menderita keputihan tepat kelas 5 SD, tapi waktu itu saya tidak tahu penyakit keputihan itu seperti apa, dan saya pikir itu adalah hal normal bagi wanita dan akan sembuh sendiri, Dan semenjak saya SMA saya baru sadar, klo keputihan tersebut tak kunjung sembuh, akhirnya saya mencoba untuk mengkonsumsi obat baik itu obat herbal atau obat kimia , pengobatan dari luar juga sudah saya coba, seperti rajin membersihkan miss v dengan air daun sirih. Saya juga sudah mencoba beberapa kali ke dokter ,tapi hasilnya nihil , saya belum sembuh dari keputihan saya sampai sekarang. Saya juga pernah melakukan tes laboratorium, dan hasilnya hanya dipengaruhi oleh jamur. Dokter memberikan saya obat antibiotik dan semacamnya seperti metronidazole dan fluconazole sudah saya konsumsi berdasarkan saran dokter. sempat beberapa hari berhenti namun 3 hari kemudian , keputihan saya muncul lagi. Klo boleh tanya itu kenapa bisa ya dok, penyembuhannya lambat dan bagaimana cara mengatasinya, jujur dok saya sudah putus asa dengan penyakit saya ini. Saya takut penyakit saya ini akan berdampak buruk bagi pernikahan saya ke depan. Mohon bantuannya dok, Terima kasih

    lusia  dr. Rico N
    Dokter

    Hai Lusia, Hampir semua wanita pasti pernah mengalami keputihan. Pada dasarnya, keputihan dapat dibedakan menjadi keputihan normal/fisiologis dan tidak normal/ patologis. Keputihan dikatakan normal apabila lendir berwarna bening hingga keputihan, tidak berbau, tidak disertai gatal atau rasa perih pada daerah vagina. Dikatakan tidak normal/ patologis apabila terjadi perubahan dari warna dan kekentalan lendir, jumlah lendir yang berlebihan, bau lendir yang tajam, pendarahan di luar jadwal haid, serta gatal di sekitar vagina dan nyeri pada perut. Beberapa penyebab keputihan :

    • bakterial vaginosis - disebabkan oleh perubahan keseimbangan bakteri normal di vagina, umumnya keputihan berwarna putih atau abu-abu disertai bau amis, tidak disertai gatal atau iritasi
    • candidosis - disebabkan oleh infeksi jamur atau ragi, umumnya keputihan berwarna putih seperti susu kental, tanpa bau, namun disertai gatal dan perih di sekitar vagina
    • trikomoniasis - disebabkan infeksi parasit, umumnya lendir banyak, bau amis, warna kuning kehijauan, disertai perih/ gatal di sekitar vagina
    • penyakit menular seksual, seperti gonore atau klamidia - yaitu keputihan yang disertai nyeri pada tulang panggul atau saat buang air kecil, harus segera ditangani karena merupakan infeksi serius pada organ reproduksi
    Baca artikel mengenai keputihan  Mengenai permasalahan Anda, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan juga meminta pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan laboratorium dari sampel cairan keputihan untuk menentukan penyebab yang mendasari. Pengobatan akan disesuaikan dengan hasil laboratorium tersebut. Sebaiknya Anda rajin kontrol hingga keputihan yang Anda alami tuntas. Beberapa penanganan yang dapat dilakukan secara mandiri :
    • jaga area kewanitaan tetap kering dan tidak lembab (ganti celana dalam setiap kali basah/ berkeringat, gunakan celana dalam  berbahan katun
    • hindari penggunaan sabun-sabun vagina yang dapat merusak keseimbangan alami bakteri dan jamur; untuk membersihkan vagina gunakan air hangat
    • kompres dingin untuk meredakan gatal dan pembengkakan
    • hindari hubungan seksual hingga pengobatan tuntas
    • ganti pembalut secara teratur saat datang bulan
    Baca cara mengatasi keputihan Demikian, semoga bermanfaat dr. Rico Novyanto

    lusia  atpramesti
    Anggota

    jd sebenrnya ini bahaya gk sih dok? 

    ak jg sama dr kecil ngalamin kputihan awalnya putih ak pikir dr sabun mandi, trs skrg setelah udah dewasa warnanya jd kuning keijoan gt. tp tanpa rasa gatal, perih atau bau .