Tanya Dokter

  • Cara mengatasi remaja mengompol saat tidur

  •  Aisyandra
    Anggota

    Keponakan saya berumur 12 tahun kelas 1 SMP. masih suka mengompol saat tidur. jika dibangunkan setiap 1 atau 2 jam untuk ke toilet 3-4 kali barulah tidak mengompol. tapi susah sekali untuk dibangunkan bahkan bandel dan marah-marah. apa ada solusi dok? apakah ada keterkaitan dengan psikologis?

    Halo Aisyandra, terima kasih untuk pertanyaannya.

    Sebagai informasi, mengompol atau enuresis (istilah kedokteran) merupakan keadaan dimana seseorang tidak dapat menahan keluarnya urin ketika tidur. Seorang anak dikatakan mengompol apabila sudah berusia 5 tahun/lebih dan mengompol setidaknya 1-2 kali seminggu selama 3 bulan. Terdapat beberapa kondisi yang terkait dengan anak yang mengompol, diantaranya yakni:

    • Kurangnya produksi hormon antidiuretik. Tubuh membuat hormon ini (yang jumlahnya meningkat saat malam hari) untuk mengatur agar ginjal mengeluarkan lebih sedikit air. Pada beberapa anak, jumlah hormon ini memang tidak mencukupi
    • Ukuran kandung kemih yang lebih kecil sehingga lebih mudah penuh
    • Infeksi saluran kemih yang memicu produksi urin yang berlebih atau frekuensi buang air kecil yang meningkat
    • Tumbuh kembang yang terlambat, dimana sistem saraf anak masih terbentuk sehingga tidak dapat mendeteksi saat kandung kemih dalam keadaan penuh
    • Tertidur lelap. Sebagian anak yang mengompol tidur sangat lelap sehingga mereka tidak terbangun untuk menggunakan kamar mandi
    • Faktor emosional dan sosial. Anak-anak lebih mungkin mengompol apabila mereka dalam keadaan stres. Gangguan mental, kelainan perilaku, dan gangguan emosional juga dapat memicu hal ini 

     

    Pada anak yang berusia lebih dari 6 tahun dan tidak memiliki kontrol untuk menahan buang air kecil saat tidur (yang berlangsung selama minimal 3 bulan), sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk evaluasi lebih lanjut. Dokter akan melakukan tanya jawab, pemeriksaan fisik, dan penunjang (tes darah, tes urin, ultrasound ginjal, dan kandung kemih) jika diperlukan. Dokter akan meninjau apakah enuresis tersebut disebabkan oleh masalah medis/psikologis yang mendasari. Dokter kemudian akan memberikan penanganan yang sesuai. Beberapa tips yang dapat dilakukan sebelumnya:

    • Bantu untuk memonitor konsumsi cairan pada anak. Sebaiknya, konsumsi cairan diatur 40% dari cairan total saat pagi, 40% saat siang, dan 20% saat sore menjelang malam hari. Diskusikan dengan dokter Anda berapa kebutuhan cairan anak dalam sehari tersebut
    • Hindari konsumsi kafein karena bersifat diuretik atau memicu pengeluaran urin. Makanan seperti cokelat, atau minuman cola atau teh juga dapat mengandung zat ini
    • Ajarkan anak untuk disiplin menggunakan toilet sebelum pergi tidur
    • Ingatkan anak untuk bangun saat malam hari untuk pergi ke kamar mandi. Bangunkan diwaktu yang sama setiap malam. Sebaiknya, berikan penerangan yang cukup agar anak tidak takut untuk pergi sendiri ke kamar mandi
    • Biarkan anak untuk menyelesaikan masalahnya sendiri
    • Motivasi anak untuk bertanggung jawab dalam mengganti pakaian atau sprei tempat tidur setelah mengompol
    • Sebaiknya tidak mengejek atau memarahi anak yang mengompol karena akan semakin menambah masalah padanya
    • Berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan konseling apabila anak terlihat dalam kondisi stres

     

    Artikel mengenai mengompol dan mengompol pada anak dapat dibaca sebagai tambahan.

    Sekian, semoga membantu.

    dr. Sonia L