Tanya Dokter

  • Penyebab dada terasa nyeri

  •  Jakson Jak
    Anggota

    siang dok, kenapa yaa dada saya terasa sesak dan nyeri saat bernafas? tlg saranya dong. tks

    Hai, Nyeri dada dan sesak nafas dapat disebabkan oleh berbagai hal, antara lain:

    Anda sebaiknya berkonsultasi langsung pada Dokter Anda karena adanya kemungkinan penyakit serius yang mengenai Anda. Anda mungkin membutuhkan pemeriksaan darah, pemeriksaan rekam jantung dan pemeriksaan foto Roentgen dada bila dirasa perlu. Untuk sementara waktu, Anda sebaiknya:
    • Kurangi paparan asap rokok / berhenti merokok bila Anda merokok
    • Kurangi konsumsi alkohol bila ada
    • Cukup istirahat setiap harinya, hindari bergadang
    • Perbanyak asupan buah dan sayuran
    • Kelola stress Anda dengan baik
    Baca juga mengenai: Nyeri dada kanan Nyeri dada kiri Sering sesak napas? Sekian, semoga bermanfaat. dr. Radius Kusuma

    Jakson Jak  Rizal Muhammad
    Anggota

    Saya juga dok, terasa tekanan didada dan sesak nafas akibat asam lambung yg naik dan nyeri di ulu hati. Selama ini saya mengandalkan Ranitidin generik dan sekarang pakai Radin. Kalau sedang kambuh sampai kedada (senap) sering saya gandakan (300mg), apakah ini bahaya dok? Sudah berapa kali ki dokter, melalui BPJS ya paling obatnya ranitidin dan antasida, cuma mengurangi saja dok, sudah menahun gak mau sembuh2. Memang Pantangan atau anjuran dokter sangat sulit saya patuhi, terutama merokok. Juga saya sudah mengkonsumsi magasida cuma bantu meredakan juga. Tolong dok, obat apa yang paling tepat untuk menyembuhkab asam lambung? Terimakasih.  

    Hai, Penanganan asam lambung dapat menjadi optimal melalui pematuhan nasihat Dokter dan minum obat teratur. Adapun gejala Anda yang masih merasakan nyeri dada dan sesak bisa menandakan berbagai kondisi, antara lain:

    • Akibat kurang patuh terhadap anjuran Dokter dan ketidakteraturan pengobatan
    • Adanya penyakit lain seperti yang telah dijelaskan di postingan sebelumnya
    Berikut adalah tips untuk menangani asam lambung:
    • Hindari makanan asam, pedas dan terlalu berminyak
    • Hindari stress dan kurang istirahat
    • Kurangi merokok dan kurangi konsumsi alkohol
    • Kurangi konsumsi kafein dan minuman soda
    • Hindari makanan yang memicu gas, seperti kol, sayur putih, brokoli; dan hindari makanan yang sulit dicerna, seperti ketan dan produk susu (susu boleh diminum sebagai "makanan darurat", namun sebaiknya tidak dibarengi setelah makanan utama)
    • Selalu menyiapkan makanan darurat seperti biskuit, roti, dll manakala Anda tidak sempat makan makanan utama Anda (makan pagi/siang/malam)
    • Hindari makan makanan utama menjelang 2 jam sebelum tidur
    • Hindari makan terlalu kenyang; hindari pula minum terlalu banyak setelah makan makanan utama, hal ini menyebabkan kembung dan memberatkan kerja lambung
    Sekian, semoga bermanfaat. dr. Radius Kusuma