Tanya Dokter

  • Dada yang terasa berbusa

  •  nasyaulia
    Anggota

    Dok, beberapa hari yang lalu saya disuntik anestesi untuk menekan rasa sakit di daerah pipi ketika cabut gusi. Selain itu, gigi geraham saya juga di 'bor' dalam upaya perawatan. Kata dokter gigi saya, gigi geraham saya ada yang rusak dan telah menempel pada tulang sehingga harus di bor.

    Ketika di bor, saya merasakan ngilu pada dagu dan rongga dada saya. Tak sampai disitu, selama proses recovery dari rasa kebal tsb, jika rongga dada ditekan, terasa seperti ada busa dan berbunyi "blup blup". Apa saran dokter?

    terimakasih

    Hai, Salah satu penyebab dari dada yang terasa seperti 'busa' dan jika ditekan menimbulkan suara krepitasi atau bergemeretak / bergemerisik adalah suatu kondisi yang disebut emphysema subcutis (emfisema subkutis). Emphysema merujuk kepada adanya udara yang terjebak, dan subcutis berarti jaringan yang berada di bawah lapisan kulit. Kondisi ini dapat terjadi karena berbagai hal yang dapat menyebabkan udara masuk ke lapisan bawah kulit, seperti :

    • cedera pada dada, seperi luka tembak atau luka tikam
    • pneumothoraks, atau adanya udara diantara kedua lapisan pelapis paru
    • cedera pada saluran nafas (saluran trakehobronkhial)
    • cedera pada esofagus / kerongkongan
    • cedera pada tulang yang berada di kepala
    • cedera akibat pada saat melakukan prosedur medis, seperti pemasangan central line, chest tube, operasi gigi, dan sebagainya
    Seseorang yang mengalami emphysema subcutis umumnya mengalami gejala-gejala :
    • pembengkakan pada daerah sekitar leher dan dada
    • sulit menelan
    • sulit bernafas
    • konsistensi kulit yang terasa aneh jika ditekan dan menimbulkan suara krepitasi
    • perubahan suara
    • dan lainnya
    Sebaiknya temui dokter secara langsung untuk menentukan apakah yang menyebabkan keluhan yang Anda alami tersebut. Diagnosis kondisi tersebut tidak dapat ditegakkan tanpa adanya pemeriksaan secara langsung serta pemeriksaan penunjang lain seperti foto x-ray / rontgen dada, USG, CT scan, dan lainnya. Jika penyebab telah diketahui maka pengobatan yang paling sesuai dapat diberikan oleh dokter. Semoga membantu, dr. Dian Paramitasari