Tanya Dokter

  • Tips atasi tekanan darah rendah

  • Pagi dok, sy ingin bertanya Saya ada riwayat darah rendah semenjak sy msh SMA sekitar umur 16/17 thn Sampai saat ini saya berusia 25 th saya masih sgt sering mengalami hal ini. Terutama saat saya mulai memiliki anak yang menyusu dengan saya selama 16 bln terakhir ini. Dan saat ini, sudah 5 hr ini kepala saya sgt pusing, kadang pandangan tb2 gelap, dan sy hampir kehilangan keseimbangan saat berdiri. Saya jg merasa mual. Saya sudah coba ke klinik, dan hasil tes hr ini tensi saya 90/60 Dokter blg, sy hrs suntik neurobin (kalo tidak salah) tapi karna di klinik itu tidak menyediakan suntik tsb, dokter menyarankan utk dtg k rmh sakit atau dokter lain. Saya memang tidak terlalu suka makan sayur. Tp 3 hari terakhir ini saya sdh coba berturut2 mengonsumsi sayur namun tdk ada perubahan dr yg saya rasakan saat ini. Pertanyaan saya, apakah memang sy hrs suntik neurobin itu atau ada cara lain slain mengkonsumsi vitamin penambah darah? Apa saja yg bs membantu utk kembali menormalkan tensi saya? Mgkn dari sayur dan buahan. Dan 1 lg dok, anak saya sgt susah makannya. Dy hanya mengandalkan asi dr saya dan sedikit cemilan2 biskuit. Apakah bnr, jika saya memberikan sufor anak saya akan lebih nafsu makan? Bolehkah sy memberikan susu UHT diumur 16 bulannya? Karna Dy suka sekali susu uht ultra dibanding sufor yg sempat saya berikan (suforny jg tdk cocok, karna sehari setelah dikasih sufor, anak saya lgsg bab smp 5x encer tp masih ada napasnya). Terima kasih dok

    Halo

    Terima kasih atas pertanyaannya pada Alodokter

    Tekanan darah rendah atau dalam bahasa medisnya dikenal dengan hipotensi merupakan suatu kondisi dimana tekanan darah didalam arteri lebih rendah dibandingkan normal. Ada dua ukuran yang digunakan dalam mengukur tekanan darah, yaitu tekanan sistolik (angka atas) dan tekanan diastolik (angka bawah). Tekanan darah normal berada dalam kisaran 90/60 dan 140/90. Untuk penderita hipotensi atau tekanan darah rendah, angka yang diperoleh pada saat pengukuran tekanan darah adalah kurang dari 90/60.

    Beberapa penyebab dari hipotensi ini adalah:

    Untuk penanganannya beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi gejala yang mungkin timbul akibat hipotensi ini adalah:

    • Konsumsi banyak air putih untuk meningkatkan volume darah
    • Hindari minuman berkafein
    • Konsumsilah makanan tinggi protein seperti daging sapi atau hati dan sayuran yang kaya akan vitamin dan zat besi
    • Hindari untuk berdiri dalam jangka waktu lama
    • Olahraga rutin dan terus menerus dapat membantu meningkatkan kerja pompa jantung yang dapat mempengaruhi tekanan darah Anda

    Namun sebelumnya sebaiknya Anda berkonsultasi kembali dengan dokter atau periksalah kadar hemoglobin anda untuk menyingkirkan kemungkinan adanya Anemia pada diri Anda.

    Nafsu makan berkurang memang tidak hanya dialami oleh orang dewasa saja, tetapi anak-anak juga banyak yang mengalami hal tersebut. Sebelumnya Anda harus mengenali permasalahan yang berkaitan dengan perilaku susah makan pada anak Anda. Beberapa permasalahan yang sering timbul adalah:

    1. Menolak makan
    2. Hanya makan makanan tertentu
    3. Hanya mau makanan cepat saji
    4. Makan satu jenis saja
    5. Menolak makan setelah sehari sebelumnya terlalu banyak makan
    6. Menolak makanan favoritnya secara tiba-tiba

    Setelah mengetahui kira-kira apa permasalahan yang terjado pada anak Anda, ada beberapa cara untuk menambah nafsu makan:

    • Hindari untuk memaksa
    • Buat tampilan menarik
    • Goda dengan aroma makanan
    • Bagi dalam porsi kecil
    • Biasakan makan perlahan
    • Batasi minuman saat makan
    • Libatkan anak pada saat pembuatan dan penyiapan makanan
    • Konsultasikan dengan dokter

    Jadi jangan buru-buru untuk memberikan tambahan susu formula atau suplemen lain untuk meningkatkan nafsu makan anak. Lebih baik berkonsultasilah dengan dokter gizi untuk masalah pemenuhan kebutuhan kalori anak Anda. Karena bila kalori yang Anda berikan terlalu besar maka terdapat kemungkinan obesitas pada anak Anda.

    Sekian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat

    dr. Winda Indriati