Tanya Dokter

  • Gejala depresi dan cara menanganinya

  • Hallo Dokter, saya Meli usia 15 tahun, saat ini saya kelas 1 SMA.

    Akhir akhir ini saya selalu ingin menghantamkan kepala saya ke tembok, lemari, bahkan ujung meja yang runcing. Tapi saya tidak melakukannya, karena saya menekankan pada diri saya bahwa itu hal yang menyakitkan. Saat di rumah, saya lebih suka di kamar dan tiduran. Entah sejak kapan, saya mulai memikirkan kematian, saya bahkan berniat bunuh diri saat saya kelas 1 dan 3 smp. Tapi saya tidak melakukannya, karena saya takut bunuh diri saya gagal. Saya telah memikirkan banyak cara seperti, mendonorkan jantung, menyayat nadi, dan menenggelamkan diri ke laut. Bahkan saya pernah berdoa agar saya diberikan penyakit yang mematikan (entah kapan waktunya saya lupa). Biasanya saya juga tidur saat jam sudah menunjukkan pukul 12 malam lebih, bahkan dulu saat saya smp, saya sering tidak tidur sampai pagi atau tidur saat jam kurang lebih pukul empat pagi. Mungkin kebiasaan itu muncul setelah saya tahu bahwa tidur terlalu malam dapat menyebabkan tumor pada otak. Saat saya kelas 3 smp, saya merasa hidup saya begitu hampa, saya pesimis, dan saya selalu merasa malu dan bersalah saat saya mengingat diri saya di masa lalu. Ada begitu banyak hal yang saya ingin lakukan, seperti masuk ke Osis saat sma, tapi saya ragu, tidak! Sebenarnya awalnya saya saat ingin melakukannya, saya begitu bersemangat saat mengutarakan keinginan saya ke teman-teman saya, bahkan saya sudah mendapatkan formulirnya, tapi semakin saya pikirkan, saya menjadi ragu. Saya takut tidak akan di terima dan saya takut akan banyak orang yang membenci saya. Akhir akhir ini, saya juga sering mendengar suara-suara yang terkesan memojokan dan menyalahkan saya. Suara suara itu berasal dari pikiran saya. Biasanya saya mengalaminya saat malam, di saat semua keluarga saya telah tidur. Lalu saya akan teringat semua kesalahan saya dan menangis. Kelas 3 smp, saya sering menyayat tangan kanan saya dengan cuter. Hal itu berlangsung berhari-hari, atau bahkan berminggu-minggu (saya lupa). Saya sering merasa cemas, dan saya sudah tidak berminat melalukan berbagai pekerjaan rumah, seperti mencuci piring dll. Kelas 3 smp saya juga jarang sekali belajar di rumah bahkan mungkin tak pernah. Punggung dan leher saya sering pegal, dan kepala saya sering sakit (tapi sekarang tidak sesering dulu saat saya kelas 3 smp). Saya pernah mengalami kecelakan motor dan kening saya terbentur bagian belakang truk, mungkin itu ada kaitannya dengan masalah saya, tapi saya rasa tidak. Akhir akhir ini, saya merasa, masalah masalah kecil dalam hidup saya bisa menjadi besar. Saya sering berhalusinasi, melihat pintu/lemari yang diam bergerak dan ranjang yang saya tiduri bergerak, hingga saya berpikir "gempa bumi kah?" Tapi sebenarnya tidak terjadi gempa bumi. Akhir akhir ini saya tidak pernah sholat meskipun saya tahu bahwa itu dosa. Saya sudah sering memotivasi diri saya, tapi hal itu hanya berdampak sebentar. Saat bulan ramadan kemarin, saya juga jarang sekali puasa. Tahun ini, saya bahkan melewatkan sholat id saya. Minat saya seolah hilang. Nasehat dan motivasi yang diberikan kakak saya juga seakan tak berpengaruh sedikitpun. Hidup saya terasa hampa dan saya kesulitan menentukan pilihan. Saat saya pergi ke mall bersama kakak berniat membeli baju lebaran, saya tidak tahu mana baju yang saya suka dan saya tidak suka, saya terus terusan meminta saran kepada kakak, sampai kakak kesal dibuatnya. Jujur saja saat itu saya tidak tahu mana yang saya suka dan saya tidak suka, padahal ada begitu banyak pilihan. Terkadang, saya merasa hidup saya begitu tidak berarti, saya hanya menjadi beban keluarga dan saya tidak mempunyai masa depan. Terkadang saya juga merasa ibu dan kakak saya membenci saya. Saya juga berpikir, ada sekelompok orang yang memusuhi saya. Saya pernah berpikir, mungkin lebih baik saya tidak di lahirkan di dunia ini. Saya pernah sangat membenci diri saya, bahkan kala itu saat saya bercermin, saya merasa jijik dan ingin sekali menonjok cermin yang saya gunakan. Saat saya kelas 3 smp, muncul pemikiran untuk merokok dan sebagainya, tapi untungnya saya tidak melakukannya. Haahh.. mungkin ini saja yang dapat saya ceritakan... maaf karena terlalu panjang dok..

    Sebelumnya, saya pernah berkonsultasi ke dokter lain secara online dan beliau meminta saya untuk pergi ke psikiater, tapi saya tidak melakukannya. Saya juga pernah dua kali mengikuti tes depresi online dan hasilnya saya terkena depresi berat (saat saya kelas 3 smp) tapi benarkah saya mengalaminya dan perlukah saya berkonsultasi ke psikolog atau psikiater? Atau mungkin ke guru BK dulu? Saya benar benar bingung dok.. sejak saya kelas 3 smp, saya terus memikirkannya hingga aktivitas saya terganggu.

    Halo,   Membaca cerita Anda yang cukup panjang dan spesifik maka saran yang bisa ami berikan adalah untuk Anda mengunjungi guru BK Anda atau orang lain yang Anda cukup percaya untuk menyuarakan permasalahan Anda secara gamblang seperti kakak, orang tua (ibu). Dengan menceritakan kepada mereka dan mengatakan bahwa Anda memerlukan bantuan ahli (psikiater / psikolog) diharapkan maka mereka bisa membantu Anda mencari psikiater/ psikolog yang bisa membantu permasalahan Anda. Permasalahan Anda tidak bisa diselesaikan secara konsultasi online semata, kami hanya bisa memberikan nasehat akan apa yang bisa Anda lakukan kedepannya untuk mencoba memperbaiki permasalahan yang terjadi kepada Anda. Anda bisa saja mengalami depresi berat atau permasalahan mental lain seperti gangguan kepribadian , skizofrenia dll namun hal ini membutuhkan pemeriksaan secara seksama oleh psikolog /psikiater. Psikolog akan memeriksa Anda dan menanyakan kondisi dan melihat secara menyeluruh permasalahan Anda sehingga bisa menentukan apa penyebab dari keluhan Anda dan mencoba mengobati dengan cara yang sesuai dengan kondisi Anda. Melihat Anda masih berusaha mencari bantuan adalah hal yang sangat baik, hal ini menandakan Anda mengetahui jelas bahwa Anda mengalami masalah dan membutuhkan bantuan sehingga biasanya dengan pengobatan yang sederhana permasalahan Anda bisa diselesaikan. Anda bisa mencoba :

    1. tetap berpikir positif
    2. Ikut kelompok teman yang positif
    3. Relaksasi = yoga, meditasi
    4. Olahraga
    5. Isitrahat cukup
    6. makan gizi seimbang.
    Semoga bermanfaat.   dr. Yusi

    Yuka Matsudaka  Yuka Matsudaka
    Anggota

    Terima kasih dok atas balasannya.. Saya sudah menceritakan masalah ini kepada kakak meski tidak detail, dan kakak saya hanya menyarankan saya untuk sholat dan memberi beberapa nasehat, tapi hati saya tidak tergerak sedikitpun. Apa ini karena kemalasan saya atau karena motivasi saya yang sudah hilang. Sudah sejak lama saya ingin berkonsultasi ke guru BK, tapi saya tidak memiliki cukup keberanian untuk melakukannya. Bagaimana jika mereka menganggap saya berbohong dan hanya mencari perhatian? Saya juga tak ingin melibatkan orang tua saya dalam masalah ini, saya tak yakin mereka akan mengerti masalah yang saya hadapi dan saya tak ingin menyusahkan mereka. Ketika membaca saran yang dokter berikan, saya tahu memang itulah yang harus saya lakukan, tapi untuk saat ini, sangat sulit berpikir positif, selalu saja ada pemikiran buruk yang menghalangi setiap tindakan saya, misalnya: saat malam hari, saya memikirkan berbagai kegiatan positif yang akan saya lakukan besok, seperti berlari pagi dan berbagai kegiatan lainnya, saat itu semangat saya begitu mengebu-ngebu hingga saya tak sabar melakukannya. Tapi pagi harinya, tekad dan semangat saya seakan hilang, pada akhirnya saya tak melakukannya, karena saya takut pada tanggapan orang orang di sekitar saya. Apa yang akan mereka pikirkan jika melihat saya yang jarang sekali keluar rumah, tiba tiba berlari pagi mengitari desa? Mungkin banyak dari mereka yang akan mencibir saya dan mengatakan saya hanya ingin mencari perhatian. Oke, ini mungkin hanya terjadi di dalam pemikiran saya. Karena saya terlalu paranoid dan saya juga terlalu pesimis. Tapi Dok, saya ingin menghilangkan semua pemikiran buruk ini, dan saya juga ingin kepercayaan diri saya kembali.