Tanya Dokter

  • Mengatasi depresi kambuh

  • Halo dok, saya wanita umur 25 tahun sudah menikah dan punya 1 anak berumur 2 tahun. Saya mengalami kambuh depresi pada awal 2017 yang sebelumnya pernah mengalami pada 2010 waktu saya belum menikah. Depresi kali ini saya rasakan berbeda dan serasa sulit sekali utk merasa semangat sembuh. Saya sudah ditemani orang tua dan suami untuk konsultasi dg psikolog yg mengatakan iya saya deprsi dan juga fobia sosial. Saya sangat cemas dan takut berinteraksi dg org lain. Sy juga mengalami perubahan mood yg drastis bahkan dlm 1 hari. Kalau sudah kesal dg diri saya atau org lain sy bisa mengurung diri atau menyakiti diri sendiri. Saya terus riset dg baca di internet ttg gangguan jiwa dan kepribadian. Mungkinkah sy mengidap BPD juga dok? Bgmn sy meminta utk tes BPD? Apakah dokter punya relasi dokter yg bisa sy temui?

    Halo Raisatroika, terima kasih untuk pertanyaannya.

    Sebagai informasi, depresi adalah gangguan kesehatan mental yang terjadi setidaknya selama 2 minggu/lebih yang mempengaruhi pola pikir, perasaan, suasana hati, dan cara seseorang menghadapi aktivitas sehari-hari. Beberapa gejala depresi, diantaranya:

    • Kehilangan selera untuk menikmati hobi
    • Merasa bersedih secara berkepanjangan
    • Mudah cemas
    • Merasa hidup tidak ada harapan
    • Mudah menangis
    • Merasa sangat bersalah, tidak berharga, dan tidak berdaya
    • Tidak percaya diri
    • Menjadi sangat sensitif atau mudah marah terhadap orang di sekitar
    • Tidak ada motivasi untuk melakukan apa pun
    • Berpikir atau mencoba bunuh diri

     

    Selain itu, perubahan mood juga terjadi pada penderita bipolar. Pada seseorang dengan gangguan bipolar, terjadi perubahan mood yang parah (ekstrim) dari episode mania (kebahagiaan yang ekstrim) ke episode depresi (kesedihan yang mendalam) atau sebaliknya. Perubahan ini terjadi terus menerus dan tidak dapat dikontrol oleh penderitanya sehingga mengganggu kehidupan sehari-hari.

    Pada episode mania, penderita akan merasa sangat bersemangat, tidak merasa lelah meskipun kurang tidur dan kurang makan, berbicara cepat, memiliki rasa percaya diri yang tinggi sehingga tidak jarang menjadi mudah tersinggung, memiliki banyak ide rumit, dsb. Sedangkan pada episode depresi, penderita dapat merasa sangat sedih, tidak nafsu makan, sulit tidur, kurang percaya diri, pesimis, cenderung putus asa, dan merasa tidak berharga. Gejala yang berat juga dapat menyebabkan penderita menyakiti dirinya sendiri hingga berencana untuk bunuh diri.

    Berdasarkan informasi tersebut, tidak menutup kemungkinan yang Raisa alami merupakan depresi atau episode depresi pada bipolar. Namun, untuk memastikan hal tersebut, diperlukan evaluasi menyeluruh oleh dokter. Mendiagnosis (menentukan penyakit) seseorang dengan bipolar atau depresi bukan merupakan suatu hal yang mudah dilakukan karena diperlukan pemeriksaan tanya jawab yang mendalam secara langsung dan pemeriksaan lain yang menunjang. Oleh karena itu, disarankan agar Raisa secepatnya berkonsultasi dengan dokter spesialis jiwa. Anda bisa menemui dokter spesialis jiwa (psikiater) di rumah sakit wilayah Anda berada atau mendapatkan informasi disini.

    Artikel mengenai gangguan bipolar dan depresi dapat dibaca sebagai tambahan.

    Sekian, semoga membantu.

    dr. Sonia L