Tanya Dokter

  • Apa gigitan kucing berbahaya?

  •  Putra CUlung
    Anggota

    dok saya mau tanya kmren orng tua saya kena gigit kucing apa tu bahaya dok...??? langkah² yg baik ya apa dok...???

    Putra CUlung  dr. Rico N
    Dokter

    Hai Putra, Gigitan hewan, baik kucing maupun anjing, dapat menyebabkan infeksi pada lokasi gigitan. Gejala-gejala yang dapat dialami antara lain :

    • gejala lokal (pada lokasi gigitan) : bengkak, kemerahan, teraba hangat, nyeri, bernanah/ pus, dll
    • gejala sistemik : demam, badan linu-linu, pembengkakan kelenjar getah bening di sekitar lokasi, dll
    Selain infeksi setempat/lokal, masih terdapat infeksi sistemik yang dapat diakibatkan oleh gigitan hewan, yaitu rabies. Rabies merupakan penyakit pada sistem persarafan yang disebabkan oleh virus, yang penularannya terjadi dengan gigitan, cakaran, ataupun luka yang terinfeksi oleh liur atau cairan tubuh hewan yang terinfeksi rabies. Di Indonesia, rabies terutama disebabkan oleh gigitan anjing, dan hanya sebagian kecil yang dilaporkan akibat gigitan kucing.  Berisiko atau tidaknya seseorang terinfeksi rabies ditentukan oleh ciri hewan yang menggigit, yaitu : mengeluarkan banyak liur, agresif, dan mati beberapa hari kemudian Jika muncul gejala-gejala infeksi, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang sesuai. Dokter akan memberikan pengobatan, baik berupa perawatan luka dan memastikan ada atau tidaknya risiko rabies. Bila berisiko rabies, maka dokter akan menyuntikkan imunoglobulin rabies untuk menetralisir penyebaran virus rabies. Artikel lengkap mengenai rabies Demikian, semoga membantu dr. Rico Novyanto  

    Putra CUlung  Al Kaisa K-link
    Anggota

    Iya dokter, kemaren pagi anak sy juga digigit kucing smp dalem/bolong..kemudian lgsg sy mandikan anak sy & sy beri coldrexin (krn kebetulan ank sy batuk pilek) kmdian sy pencet lukanya yg bolong spy keluar darah ttp yg keluar putih2 dok seperti biji satu buah, sy pikir itu makanan si kucing yg masuk ketangan anak sy..akhirnya skitar pukul 7mlm sy bawa ke YAKRI krn badan anak sy demam... & dokter bilang itu jaringan saraf daging...benarkah??? Bahayakah dok luka ank sy yg digigit kucing tsbt?? Mohon jwbnya trims

    Putra CUlung  Al Kaisa K-link
    Anggota

    Iya dokter, kemaren pagi anak sy juga digigit kucing smp dalem/bolong..kemudian lgsg sy mandikan anak sy & sy beri coldrexin (krn kebetulan ank sy batuk pilek) kmdian sy pencet lukanya yg bolong spy keluar darah ttp yg keluar putih2 dok seperti biji satu buah, sy pikir itu makanan si kucing yg masuk ketangan anak sy..akhirnya skitar pukul 7mlm sy bawa ke YAKRI krn badan anak sy demam... & dokter bilang itu jaringan saraf daging...benarkah??? Bahayakah dok luka ank sy yg digigit kucing tsbt?? Mohon jwbnya trims

    dulu beberapa thn yg lalu saya jga pernah d gigit kucung smpi keluar darah dikit, tpi q biarkn gx q obati.. gx ada gejala2 yg aneh jga ... k depanya akan berbahaya gx dok??? mksh

    Putra CUlung  Diki Adrian
    Anggota

    Dok kemarin ibu saya kena gigitan kucing terus malem nya demam, sam di daerah luka nya ada bintik2 gitu udah ke puskesmas sih udah di kasi obat ..itu bagusnya gimana dok

    Putra CUlung  fendra
    Anggota

    halo semua, untuk gigitan kucing yang perlu di waspadai adalah kemungkinan timbulnya rabies dan juga infeksi lokal pada daerah gigitan yang bisa berlanjut menjadi infeksi sistemik biasanya untuk luka yang berkaitan dengan binatang  kucing dan anjing(digigit/dicakar), penanganannya meliputi beberapa hal berikut: 1. penanganan/rawat luka sebaiknya secepatnya setelah paparan. Penting walaupun sudah lama dari paparan. meliputi: mencuci luka dengan air bersih dan sabun,  serta disinfeksi dengan iodine tincture atau etanol 2. pencegahan rabies tergantung kategori paparan/luka dan status imunisasi kategori I- menyentuh,memberi makan,dijilat pada bagian kulit yang utuh/tanpa luka : tidak perlu pencegahan kategori II- goresan minor atau lecet tanpa darah dan gigitan ringan : perlu vaksin rabies kategori III-luka gigit/cakar yang cukup dalam, kontaminasi air liur binatang di daerah kulit yang terluka dan riwayat kontak dengan kelelawar : perlu imunoglobulin rabies di tambah vaksin 3. antibiotik baik lokal maupun sistemik (bisa diminum/suntik) biasa diberikan bila terdapat tanda infeksi contoh sellulitis (infeksi terbatas pada kulit dan jaringan lunak) dengan tanda nyeri, kemerahan, bengkak, teraba hangat didaerah luka, dan dapat disertai demam. untuk pemilihan antibiotika dan lama pemberian antibiotika lebih baik diperiksakan terlebih dahulu kepada dokter   untuk rabies, penyakit berkembang perlahan, umumnya masa inkubasi (jarak waktu antara masuknya kuman dengan timbulnya gejala) rata-rata 1-3 bulan, namun juga dapat timbul baru setelah setelah 1 tahun. Bila gejala sudah timbul maka akan sulit diobati dan mengancam nyawa. Fokus penanganannya lebih kepada pencegahan terjadinya rabies itu sendiri oleh karena itu untuk luka yang beresiko tinggi (luka cukup besar, dalam, binatang liar/tidak divaksin/menunjukkan gejala rabies, paparan liur di daerah luka) sangat dianjurkan sekali untuk mendapat penanganan lebih lanjut untuk pencegahan rabies : vaksinasi dan pemberian imunoglobulin rabies semoga membantu dan bermanfaat salam