Tanya Dokter

  • Keluar cairan kuning dari anus dan berbau tidak sedap

  •  sierraxdelta
    Anggota
    salam hangat alodokter.com , saya mau bertanya kira kira diagnosa penyakit apa yang saya derita? saya penyuka sesama jenis dan sering melakukan hubungan anal dengan pasangan saya, akibat hal itu saya menderita wasir dok. saya takut untuk operasi wasir dok dan sekarang wasir saya hampir setebal dan sebesar jari telunjuk orang dewasa. saya tidak mengerti dan takut untuk datang ke dokter secara langsung dan menyampaikan keluhan saya sampai saya tau sendiri ini tanda penyakit apa. Dan sekarang saya hampir tiap hari menggunakan pembalut kecil wanita atau pentiliner untuk menampung cairan kuning kadang coklat yang keluar dari dubur saya ketika beraktifitas, cairannya mengeluarkan bau tidak sedap namun sedikit. kira-kira ini penyakit apa atau apa saya terkena gejala hiv/aids?setidaknya saya dapat mencegahnya apabila iya.

    Halo. Hubungan sexual melalui anal (dubur) atau disebut juga dengan anal sexmemang memang berisio terhadap hemoroidatau wasir. Hal ini dikarenakan efek dari melakukan kegiatan tersebut yang membuat pelebaran pembuluh darah disekitaranus. Selain itu anak sex akan membuat sfingter ani (sfingter pada anus) menjadi berkurang kekuatannya sehingga akan membuat terkadang cairan bahkan feses gampang keluar. Kemungkinan cairan tersebut adalah cairan feses yang tidak bisa tertahan oleh sfingter ani. Untuk kondisi anda ini sebaiknya konsultasikan kepada dokter secara langsung agardapat dilakukan pemeriksaan bagaimana bentuk wasir dan keadaan anus Anda. Anda tidak perlu merasa takut karena kerahasiaan pasien dijamin. Bila ragu mengenai kondisi Anda, dapat mengkonsultasikan pada poli VCT (voluntary counseling test) di rumah sakit terdekat. Di situ akan dilakukan konseling, pemberian informasi secara lengkap, serta penanganan selanjutnya bila diperlukan misal pemeriksaan serologi antibiodi HIV melalui pemeriksaan darah. Informasi terkait dapat Anda baca pada artikel berikut ini: HIV-AIDS.

    Semoga Bermanfaat

    dr. Eni Yulvia S