Tanya Dokter

  • Diare disertai demam

  •  Wahyu
    Anggota

    Saya mengalami diare 1 bulan yang lalu selama kurang lebih 5 hari, disertai lendir dan darah, setelah minum obat antibiotik diare saya sembuh, Sebulan sejak itu tiba2 malam saya demam agak tinggi kemudian paginya diare, bab mengucur deras banyak air, sehari lebih dari 5 kali, walaupun demamnya sudah hilang diarenya masih dan tanpa sakit perut.. Apakah saya terinfeksi bakteri atau virus? Apakah boleh mengkonsumsi obat anti diare herbal? Terima kasih

    Wahyu  dr. Rico N
    Dokter

    Halo Pak Wahyu, Diare dengan lendir darah atau disebut disentri memang membutuhkan antibiotik, karena penyebabnya hampir selalu bakteri atau parasit. Diare karena virus hampir tidak pernah menimbulkan lendir dan darah. Lendir darah menunjukkan sidat invasif / merusak dinding usus oleh organisme penyebab. Secara umum disentri terbagi 2 :

    • Disentri basiler : disebabkan bakteri, misalnya shigella, campilobacter, dsb
    • Disentri amuba : disebabkan infeksi parasit amuba histolitika
    keduanya membutuhkan antibiotika, tetapi jenisnya berbeda. Jika kemudian anda telah sembuh, dan kemudian sekarang mengalami diare kembali 9setelah 1 bulan), maka saya kira kemungkinan besar diare kali ini merupakan episode / infeksi yang berbeda dari yang Bapak alami 1 bulan yang lalu. Untuk mengentahui apakah disebabkan oleh bakteri atau virus, biasanya tidak dapat diketahui hanya dari cerita seperti ini, kecuali jika terdapat ciri khusus tertentu seperti diare dengan lendir darah (disentri) atau diare dengan air seperti cucian beras (kolera), penyebabnya selali bakteri / parasit. Saya sarankan bapak untiuk mengunjungi Dokter, sehingga dapat dilakukan pemeriksaan secara langsung. Jika diperlukan dokter dapat pula meminta anda untuk menjalani pemeriksaan feses. Antibiotika hanya diperlukan pada kasus akibat infeksi bakteri / parasit. PAda kasus yang disebabkan virus, tidak diperlukan antibiotika. Pada pasien dewasa dengan diare yang tidak membutuhkan antibiotik, biasanya obat antidiare non-spesifik seperti loperamida dan kaolin pektin dapat digunakan untuk mengurangi frekuensi BAB. Oralit penting untuk mencegah dehidrasi, minumlah 200 cc / 1 sacchet setiap kali anda BAB cair. Untuk obat anti diare herbal saya tidak dapat berkomentar karena obat seperti itu kekurangan bukti ilmiah untuk menunjukkan efektivitas ataupun efek samping yang mungkin dimilikinya. diare disentri demikian yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat.