Tanya Dokter

  • Solusi atasi diare akibat ASI

  •  Aulia Chaqiqi
    Anggota

    halo saya aulia anak saya berumur 4 bulan dengan ASI eksklusif, tp beberapa hari yang lalu masuk RS karna diare & Demam (diagnosa dokter ada infeksi saluran pencernaan) hingga 4 hari tidak kunjung sembuh (bayi masih mengkonsumsi ASI) lalu dihari ke 4 dianjurkan dokter untuk mengganti ASI dengan sufor yang tidak mengandung laktosa, setelah anak saya minum sufor tersebut di hari berikutnya anak saya langsung sembuh dan keesokan hari boleh pulang karna diare sudah mampet, diberi obat Lactobe, antibiotik, dan Zinc untuk 4 hari. Dan di hari ke 7 anak saya mulai BAB dengan fases yang normal (tidak diare lagi) dan akhirnya saya baru memberikan ASI dan keesokan harinya kembali lagi diare. Lalu saya periksakan ke dokter kata dokter lanjutkan saja pemberian ASI dan diberi bebrapa anti biotik lagi. Tapi saya takut untuk memberikan ASI kembali, apakah anak saya alergi terhadap ASI dan saya harus berhenti pemberian ASI eksklusif? atau ada solusi lain untuk menyembuhkan anak saya tanpa saya memberhentiakan pemberian ASI pada anak saya? terimakasih sebelumnya

    Hai Aulia, Bayi dengan ASI eksklusif umumnya jarang mengalami diare. Kalaupun terjadi diare, beberapa hal dibawah ini dapat menjadi penyebabnya, yaitu:

    • Infeksi virus, bakteri, parasit, dll
    • Alergi terhadap kandungan makanan di ASI ibu akibat diet yang ibu lakukan, misal: makanan yang mengandung susu dan turunannya, kedelai, kacang kacangan, dll
    • Penggunaan antibiotik yang dapat membunuh flora normal/bakteri normal di saluran cerna bayi
    • Dll
    Pemberian ASI sebaiknya Anda tetap lakukan, karena ASI mengandung Antibodi yang melindungi bayi dari penyakit. Obat obatan dapat Anda kembali diskusikan dengan dokter anak Anda jika memang Anda merasa takut untuk memberikannya lagi. Beberapa tips yang dapat membantu:
    • Perhatikan setiap makanan yang Anda makan, berhati hati akan alergi yang disebabkannya pada bayi Anda. Minuman yang mengandung kafein sebaiknya juga dihindari
    • Pastikan kebersihan puting Anda, payudara, bra yang dipakai, nursing pad, agar tidak menjadi sumber infeksi
    • Jaga agar bayi Anda tidak mengalami dehidrasi. Berikan ASI sesering mungkin. Tanda tanda dehidrasi diantaranya: BAK kurang dari biasanya, diaper kering, bibir kering, anak lemas, air mata tidak ada saat menangis, kulit tidak elastis /kendor. Jika terdapat tanda dehidrasi ringan ataupun sedang, segera bawa ke dokter atau rumah sakit.
    • Berikan oralit jika perlu
    • Pastikan kondisi ruangan bayi tidak terlalu panas atau pakaiannya tidak berlapis lapis yang dapat membuat bayi semakin berkeringat dan kehilangan banyak cairan
    Baca: Menangani diare pada bayi Demikian, semoga bermanfaat

    Aulia Chaqiqi  Aulia Chaqiqi
    Anggota

    setelah obat yang diberikan dari dokter sudah habis tp fases anak saya masih ada cairan dan ampas yang berwana kuning (seperti fases saat dia berumur 1-2 bulan) sekitar 2-3 kali sehari tp terkadang saat kentut ada sedikit cairan yang keluar dari anus, dan saya memberikan asi ekslusif. Apakah ini wajar? atau saluran pencernaanya masih infeksi?   terimakasih