Tanya Dokter

  • Pengobatan Diare Pada Anak

  • Mat pagi,Dokter..Anak sy usia 2th lebih saat ini alami diare.BAB yg keluar air.Sudah minum obat anti diare tp masih tidak ada perubahan. Dia jg jd malas makan,cm mau 1-2 suap.Tp tubuhnya tidak lemas,dia masih mau main spt biasa.Air putih dia suka.Tp mungkin krn perut kosong,klu malam dia tidur agak susah,sering terbangun,mungkin lapar.Susu masih dia minum. Sebagai ibu sy bingung,Dok.Obat apa yg harus d berikan utk anak sy ? Trimaksih,Dokter.

    Hai Lydia, Diare adalah suatu kondisi dimana konsistensi BAB menjadi cair, dengan frekuensi lebih dari 3x dalam sehari. BAB cair akut bisa disebabkan oleh beberapa hal, antara lain:

    • Infeksi (virus atau bakteri atau parasit)
    • Intoleransi laktosa
    • Keracunan makanan
    • Efek samping obat-obatan
    Pada anak, diare akut sendiri paling sering diakibatkan oleh infeksi virus yaitu Rotavirus. Infeksi virus ini mudah didapatkan dari lingkungan sekitar seperti kontaminasi alat makan, kebiasaan anak menggigit-gigit jari tangan atau memasukkan barang ke dalam mulut, kebiasaan jajan dan sebagainya. Karena daya tahan tubuh anak yang lebih lemah maka anak akan lebih mudah terkena diare. Saat diare disebabkan oleh infeksi virus, diare biasanya akan berlangsung selama 3-5 hari. Obat-obatan yang dapat diberikan pun biasanya adalah obat-obatan suportif dan bersifat pencegahan terhadap kekurangan cairan (dehidrasi). Tubuh anak akan sangat mudah kehilangan cairan dari BAB yang cair dan sering; karena itu sangat penting untuk mengetahui tanda-tanda dehidrasi pada anak. Tanda dehidrasi anak tergantung dari derajat dehidrasi:
    • Tanpa dehidrasi: anak masih aktif, mau menyusu atau minum air seperti biasa, mata tidak tampak celong, cubitan kulit masih kembali dengan cepat
    • Dehidrasi ringan - sedang: anak menjadi rewel dan lebih sering menyusu atau minum air (lebih haus), mata tidak atau agak celong, dan cubitan kulit masih kembali dengan normal
    • Dehidrasi berat: anak mulai cenderung mengantuk, tidak aktif, tidak lagi mau menyusu atau minum air (malas menyusu), mata tampak celong, dan cubitan kulit kembali dengan lambat
    Pengobatan yang berbeda diterapkan bila diare disebabkan oleh hal lain: bakteri atau parasit. Tanda diare sendiri akan lebih parah, yaitu diare akan berlangsung lebih lama, serta BAB keluar darah dan lendir, berbau busuk, demam tinggi, atau ditemukannya cacing pada BAB. Karena itu konsultasikan kondisi anak Anda dengan Ahli Penyakit Anak, karena terapi bergantung dari diagnosa dan penyebab diare. Bila diare diakibatkan oleh alergi susu sapi atau intoleransi laktosa, cobalah mengganti susu formula bayi Anda dengan susu rendah/bebas laktosa. Sedangkan bila diare disebabkan oleh infeksi bakteri (contoh: disentri atau kolera) atau infeksi parasit, obat golongan antibiotik atau anti-parasit dapat diberikan. Tips yang dapat Anda lakukan:
    • Biarkan anak konsumsi air putih sesering keinginan anak; berikan air putih lebih sering
    • Berikan larutan oralit setiap anak BAB cair
    • Kenali tanda-tanda bahaya dari diare
    • Hindari pemberian jus atau sari buah dan minuman berkarnbonasi
    • Biasakan cuci tangan pada anak dan juga orang tua
    Sekian, semoga bermanfaat. dr. Radius Kusuma